Syafa berjuang melawan kanker yang menggerogoti tubuhnya,Ia berharap sembuh dan bersekolah kembali
Syafa berjuang melawan kanker yang menggerogoti tubuhnya,Ia berharap sembuh dan bersekolah kembali

Sebuah kisah pilu nan menyayat hati dialami seorang anak perempuan berusia 5 tahun yang tinggal di Jalan Lawu RT 68 RW 12 Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Bocah bernama Syafa Shakila Ahzana ini kehilangan keceriaan. 

Dia tidak bisa lagi bermain dengan anak-anak seusiannya. Dia juga tidak bisa lagi beraktivitas sesuai kesukannya, melukis. Sehari-hari, anak dari pasangan suami istri (pasutri) Eko  Agus Tohanto dan Ratna Susilowati hanya berbaring di tempat tidur. 

Baca Juga : Curhat Petugas Screening Covid-19 di Tulungagung, Khawatir tapi Niatkan Ibadah

Bahu bagian kanannya hingga siku, terlihat membesar. Ukurannya bahkan lebih besar dari kepalanya. Rupanya benjolan di bahu kanannya adalah tumor ganas. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, sebelumnya Syafa seperti halnya anak pada umumnya. Bermain, berlarian, mewarnai dan menggambar. Dia sehat-sehat saja. Namun, pada suatu hari saat berjalan menyusuri jalan dekat rumahnya, Syafa terpeleset.

Saat kejadian, Syafa juga terlihat  baik-baik saja. Tidak ada luka akibat kejadian itu. "Dahulu dia baik-baik saja Mas. Dia mempunyai kegemaran melukis. Suatu hari saat berjalan di pinggir jalan, dia terpeleset. Sepertinya tidak ada luka apapun, lalu saya urutkan. Setelah beberapa hari muncul benjolan," tutur Ratna menceritakan awal mula kejadian yang menimpa anaknya. 

Setelah peristiwa terpeleset itu, di bagian bawah ketiak tangan Syafa muncul benjolan dan dipijatkan. Besar harapannya untuk pulih lagi namun ternyata benjolan itu semakin membesar. Tidak ingin terjadi sesuatu hal yang buruk bagi putrinya, Ratna membawanya ke dokter. Menurut diagnosa, Syafa terkena tumor. 

Setelah beberapa hari benjolan terlihat semakin membesar, Ratna kembali membawa Syafa ke Rumah Sakit di Madiun. “Dan ternyata benjolan itu kanker yang berbahaya. Sementara di RSUD Sogaten  tidak memiliki alat pengobatan untuk jenis sakitnya,” ungkap dia.

Akhirnya Dokter menyarankan untuk berobat ke Kota Surabaya Solo atau Jogjakarta. Ratna pun membawa Syafa berobat ke Rumah Sakit dr Sardjito Jogjakarta.

Baca Juga : Selama Pandemi, PMI Jember Antarkan 105 Jenazah Sesuai Protokol Covid-19

"Syafa sudah mendapatkan perawatan dengan bai. Saat itu dia hampir diamputasi namun karena kanker sudah menyebar ke paru, operasi itu tidak dilanjutkan. Saat di kemo pertama berhasil dia mulai membaik. Namun pada kemo kedua ia alergi dengan obat yang digunakan sehingga sempat muntah darah dan badannya bengkak, hitam semua," tutur Ratna.

Ibu gadis kecil itu hanya bisa pasrah dan selalu berada di sisi tempat tidur anaknya yang dipenuhi peralatan rumah sakit.

Menurut Ratna, Syafa sangat berharap ia bisa sehat seperti semula. Bisa bersekolah kembali dan meneruskan hobi menggambar. Dalam kesempatan itu, Ratna pun sangat berterima kasih kepada beberapa pihak yang sudah membantu meringankan biaya berobat anaknya. 

"Sudah ada santunan bantuan dari BAZ Kabupaten Madiun, LaziZmu, Nurul Hayat dan kunjungan dari pihak Desa. Saya dan keluarga akan terus berusaha untuk kesembuhan syafa.Semoga bantuan doa dan bantuan apapun dari pemerintah dapat membantu kesembuhan Syafa," pungkas Ratna.