Proses bagi nasi bungkus oleh pemuda GEN 8 Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. (Foto: GEN 8)
Proses bagi nasi bungkus oleh pemuda GEN 8 Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. (Foto: GEN 8)

Di tengah perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, para pemuda warga RT 08 RW 09 Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang menggelar kegiatan sosial. Anak-anak yang tergabung dalam komunitas pemuda Generasi (GEN) 8 atau Kampung 8 itu membagi nasi bungkus bagi tuna wisma dan pekerja yang ditemui. 

Dengan tema aksi seratus nasi bungkus (Sernabung), mereka membagi makanan siap makan kepada para gelandangan, tukang becak dan pengemis, tuna wisma di Kota Malang pada Jumat (30/10/2020) malam.

Baca Juga : Jurnalis Center Pamekasan Dorong Humas Polri Lebih Terbuka

Koordinator GEN 8, Ilham Anwar mengatakan bahwa kegiatan berbagi nasi bungkus ini masih dilakukan perdana. Namun ke depan, pihaknya akan melakukan rutin kegiatan Sernabung itu setiap satu bulan sekali.

"Kegiatan ini masih perdana, tapi akan dirutinkan selama satu bulan sekali. Karena kami tidak ingin kegiatan kumpul-kumpul pemuda ini tidak ada manfaatnya sehingga ada ide untuk sosial dalam bentuk Sernabung ini," ujar Ilham.

Menurut Ilham, ide tersebut muncul kala para pemuda GEN 8 melihat warga Kota Malang masih ada yang membutuhkan uluran tangan. Sehingga, pihaknya tergerak untuk membantu meski masih dalam sebatas nasi bungkus.

"Kami mencari kegiatan sosial yang tidak merugikan orang lain, dan membuat kesan bagi orang lain. Kegiatannya yakni bagi-bagi nasi, yang idenya dari teman-teman karang taruna GEN 8 RW 9 Kelurahan Merjosari," ungkap Ilham.

Pada bagi-bagi Sernabung itu, Ilham mengaku membagikan 130 nasi bungkus yang merupakan swadaya dari masyarakat RT 08 RW 09 Kelurahan Merjosari. Nasi itu dibagikan dan disebar di daerah Kelurahan Merjosari, Dinoyo dan sekitarnya.

Baca Juga : Hadiri Musdes Kalibaruwetan, Danramil Kalibaru Ingatkan Harga Pendapat

"Di luar sana juga banyak orang yang butuh bantuan sosial seperti makanan. Dan sasarannya lebih kami tekankan kepada tuna wisma, gelandangan, pasukan kuning, tukang parkir dan polisi cepek," kata dia.

Di sisi lain, Ilham juga berharap kegiatan tersebut bisa menular ke warga di Kota Malang yang lain. Sehingga, orang yang masih membutuhkan bisa sedikit terbantu. 

"Apalagi pada masa pandemi Covid-19 ini, mungkin 'mereka' juga kesulitan. Jadi semoga bantuan ini bisa sedikit membantu orang yang membutuhkan," tuturnya.