Paslon SanDi (Sanusi-Didik Gatot Subroto) nomor urut 1 (tengah) saat sesi jumpa pers usai menjalani debat publik perdana. (Foto : Tubagus Achmad / MalangTIMES)
Paslon SanDi (Sanusi-Didik Gatot Subroto) nomor urut 1 (tengah) saat sesi jumpa pers usai menjalani debat publik perdana. (Foto : Tubagus Achmad / MalangTIMES)

Durasi menjawab maupun mengajukan pertanyaan dalam sesi debat publik perdana yang diadakan  KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang terkesan terlalu cepat. Pasalnya, masing-masing paslon (pasangan calon) hanya diberi waktu  1 menit.

Minimnya waktu yang diberikan pihak penyelenggara tersebut sangat terasa saat memasuki sesi pertama. Yakni pada momen penyampaian visi dan misi.

Baca Juga : Garap Pendidikan, Paslon SanDi Janjikan Internet Gratis di Setiap Perkampungan

Terpantau, nyaris ketiga paslon -mulai pasangan SanDi (Sanusi-Didik Gatot Subroto), LaDub (Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono), serta Sam HC (Heri Cahyono) dan Sam GH (Gunadi Handoko)- terlihat kelabakan saat menyampaikan visi dan misi mereka.

Menanggapi hal itu, calon bupati Malang dari paslon SanDi, Sanusi, mengaku waktu yang diberikan KPU Kabupaten Malang dirasa sudah sesuai dengan yang diharapkan. Yakni bertujuan untuk melihat seberapa jauh respons dan kecepatan maupun ketepatan masing-masing kandidat dalam menjabarkan solusi di segala permasalahan.

”Saya kira (waktu yang disediakan, red) cukup karena KPU bersama tim-nya menilai respons masing-masing calon. Tujuannya agar mengetahui kecepatan dan ketepatan dalam mengambil sikap. Sehingga dalam waktu sedemikian itu, akan terlihat calon-calon mana yang responsif dan tepat dalam menjawab apa yang ditanyakan,” ungkap Sanusi ketika menggelar jumpa pers, sesaat setelah debat perdana berakhir, Jumat (30/10/2020) malam.

Sanusi juga beranggapan, tema dan materi yang diangkat dalam debat perdana ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Malang. Yakni perihal kesejahteraan rakyat.

”Saya kira sudah menyangkut semua, termasuk dari aspek sosial. Sehingga kami dari paslon nomor urut 1 harus merealisasikan apa yang tadi diperdebatkan. Tujuannya agar Kabupaten Malang menjadi lebih makmur ke depannya,” ungkap pria yang akrab disapa Abah Sanusi ini.

Baca Juga : Wujudkan Malang Makmur, Paslon SanDi Utamakan SDM Unggul

Selain fokus mewujudkan Malang Makmur, Sanusi juga menyatakan komitmennya di bidang pemberantasan korupsi. Sehingga, saat dirinya kembali diamanahi memimpin Kabupaten Malang selama 5 tahun ke depan, pemberantasan praktik korupsi bakal jadi prioritas utama paslon SanDi.

”Pemberantasan korupsi di Kabupaten Malang juga menjadi topik untuk dilaksanakan, sehingga nanti tidak ada pungli, jual beli jabatan, dan juga tidak ada lagi pemotongan anggaran di SKPD. Karena masih banyak isu tentang itu (korupsi, red), jadi mulai awal saya pastikan tidak ada lagi makelar CPNS yang akan beredar di Kabupaten Malang,” pungkas Sanusi.