Paslon Bupati dan Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) saat memaparkan visi, misi dan program dalam waktu terbatas, Jumat (30/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Paslon Bupati dan Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) saat memaparkan visi, misi dan program dalam waktu terbatas, Jumat (30/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

Gelaran debat publik perdana dengan tema 'Kesejahteraan Rakyat' menjelang Pilkada Kabupaten Malang telah usai digelar, Jumat (30/10/2020) malam. Dalam waktu dua jam, tiap pasangan calon (paslon) diminta menyajikan visi misi masing-masing. 

Paslon Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut 2, Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) menganggap durasi yang diberikan kurang karena waktunya yang sangat terbatas.

Baca Juga : Garap Pendidikan, Paslon SanDi Janjikan Internet Gratis di Setiap Perkampungan

Meski demikian, Calon Bupati Lathifah Shohib mengaku puas karena telah menyampaikan visi, misi dan program kerja jika dirinya nanti diamanahi untuk memimpin Kabupaten Malang. Dia menilai sudah memberi jawaban di setiap sesi pertanyaan dari para panelis dengan maksimal.

"Setiap paslon diberikan waktu satu menit, tentu itu sangat terbatas sekali. Namun kami sudah puas, visi dan misi besar kami sudah kami sampaikan pada debat pertama," ungkapnya, usai debat.

Perempuan yang merupakan cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yakni KH. Bisri Syansuri ini juga bersyukur bahwa dirinya telah melalui proses debat publik perdana dengan baik dan lancar.

"Intinya Alhamdulilah kami sudah menempuh debat pertama dengan lancar dan baik, semoga pada debat sesi kedua bisa lebih baik," ujarnya.

Bu Nyai -sapaan akrabnya- mengaku bahwa dirinya bersama Calon Wakil Bupati Didik Budi Muljono telah memberikan jawaban secara maksimal yang semuanya telah terangkum dalam visi, misi dan program kerja dalam bidang 'Kesejahteraan Rakyat' paslon LaDub untuk lima tahun ke depan.

Ke depan, belajar dari proses debat perdana ini, Bu Nyai akan lebih mengeksplorasi materi pada tema debat kedua. Sehingga, semua program dari paslon LaDub yang terangkum dalam grand design Malang Bangkit agar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Baca Juga : Wujudkan Malang Makmur, Paslon SanDi Utamakan SDM Unggul

"Insya Allah malam ini kita evaluasi dimana kekurangan kita dan pada debat kedua kita sudah siap all out. Intinya pada debat kali ini kami sangat puas dan kami sudah berusaha semaksimal mungkin dengan waktu debat yang terbatas," terangnya.

Perempuan yang telah berpengalaman dan menjabat sebagai anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI dua periode ini juga menegaskan bahwa dirinya akan terus bergerak ke pelosok-pelosok menemui masyarakat untuk menyerap aspirasi secara langsung.

Karena dengan begitu, akan muncul sinergitas dan harmonisasi antara pemimpin daerah dengan masyarakat untuk berjalannya roda pemerintahan yang berbasis pelayanan publik dengan maksimal.