Henry Pradipta Anwar dan Yasin Hermanto.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Henry Pradipta Anwar dan Yasin Hermanto.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Masa kampanye benar-benar dimanfaatkan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar Nomor Urut 01 Henry Pradipta Anwar-Yasin Hermanto untuk menyapa dan berdialog dengan warga. Salah satu kelompok masyarakat yang menjadi perhatian Henry-Yasin adalah kalangan pedagang kaki lima (PKL) dan pasar tradisional. 

Program dari Henry-Yasin adalah menyejahterakan rakyat dan memajukan Kota Blitar melalui Program APBD Pro Rakyat Jilid 3. Salah satu fokus dari program ini adalah  pembangunan ekonomi kerakyatan dengan menyasar PKL dan pedagang di pasar tradisional. 

Baca Juga : Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat, Paslon SanDi Siapkan Program Kate Mimik

“Kita akan fasilitasi dan akomodir aspirasi dan kebutuhan PKL dan pedagang pasar. Kita akan pikirkan solusi bagi mereka untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di Kota Blitar,” ungkap Calon Wakil Wali Kota Blitar, Yasin Hermanto, Jumat (30/10/2020).

Selama ini di Kota Blitar masih sering terjadi polemik terkait PKL dan pedagang pasar. Problematika seperti pemindahan PKL dan pasar tradisional seringkali berefek samping berupa permasalahan yang merugikan pada pedagang. Kedepan agar masalah ini tidak lagi terjadi, Henry-Yasin telah mempersiapkan skema penataan PKL dan Pasar Tradisional di Kota  Blitar apabila terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar.

“Untuk penataan pedagang baik PKL maupun pasar tradisional, kita akan mencontoh penataan yang ada di Kota Surakarta. Di Surakarta, Pemkot menata PKL di antaranya dengan membuat pasar khusus PKL. Penataan dilakukan Pemkot Surakarta secara terus menerus. Pola-pola seperti ini yang nanti akan kita lakukan bila terpilih memimpin Kota Blitar. Begitu pun dengan pasar tradisional, akan kita tata agar tidak semrawut,” imbuhnya. 

Dikatakanya, dengan penataan PKL yang baik diharapkan akan dapat mendorong kemajuan kuliner ikonik khas Blitar. Ya, wisatawan maupun warga lokal yang ingin menikmati kuliner khas Blitar akan bisa lebih nyaman saat jajan. Begitu pun dengan pedagang, dagangannya akan banyak diburu dan roda perekonomian akan lancar. 

“Yang jajan bisa nyaman. Dan ini nanti akan mengangkat pamor kuliner khas Blitar. Semisal contoh, Kota Blitar selama ini kan terkenal nasi pecelnya. Kemudian ada es pleret dan kuliner khas lainnya. Kiblatnya kita mencontoh seperti Kota Surakarta. Bagaimanapun Kota Blitar adalah kota pariwisata yang banyak jadi tujuan wisata para turis,” tukas Calon Wakil Wali Kota yang diusung PKB, Golkar, PKS dan Nasdem. 

Baca Juga : Enam Komunitas di Banyuwangi Komitmen All Out Menangkan Pasangan Calon Yuriz

Lebih dalam Yasin menyampaikan, solusi konkrit bagi PKL dan pedagang pasar tradisional tak hanya penataan. Program strategis berupa akses permodalan dan pembinaan akan dilakukan Henry-Yasin. 

“Pengusaha kecil akan diberikan bantuan permodalan dan pembinaan. Dua hal ini, permodalan dan pembinaan pedagang kecil di Kota  Blitar lama mandek. Bila nanti kami terpilih, program ini akan kami gencarkan. Kenapa program yang dulu ada dan dibutuhkan rakyat kini terhenti?, ini yang jadi pertanyaan,” pungkasnya.