Kedatangan kereta api di Stasiun Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Kedatangan kereta api di Stasiun Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Pengguna jasa transportasi kereta api melonjak sejak awal libur panjang dimulai. Lonjakan penumpang tercatat mencapai 21.497 orang, sejak awal libur cuti bersama pada Rabu (28/10) kemarin.

 

Baca Juga : Libur Panjang, Okupansi Kereta Api di Stasiun Malang Penuh

Lonjakan penumpang kereta api salah satunya terlihat di Stasiun Kereta Api Jombang. Jasa transportasi satu ini selalu menjadi pilihan saat libur panjang dimulai. Faktanya, catatan PT KAI DOP 7 Madiun terjadi peningkatan penumpang hingga 80 persen sejak Rabu-Kamis kemarin.

 

Manager Humas Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengatakan peningkatan penumpang yang berangkat maupun datang di wilayah kerjanya, sudah tercatat mencapai 21.497 orang. Angka tersebut meningkat drastis dibanding di hari Rabu-Kamis (21/10 - 22/10) di minggu sebelumnya yang tercatat hanya 11.746 penumpang.

"Untuk masa libur panjang mulai tanggal 28 Oktober dan 29 Oktober 2020 (Hari Rabu dan Kamis) terpantau pada tanggal 30 Oktober 2020 ada sejumlah 21.497 pelanggan. Ada peningkatan sekitar 83 persen," terangnya saat diwawancarai wartawan di Stasiun Kereta Api Jombang, Jumat (30/10) sore.

 

Libur panjang di akhir bulan Oktober ini, rupanya telah diantisipasi oleh pihak DAOP 7 Madiun. Yaitu dengan memperpanjang waktu pemesanan atau pembelian tiket dari H-7 sampai dengan H-14. Dan juga mengoperasikan kembali kereta api yang semula dibatalkan akibat adanya pandemi Covid - 19. Seperti KA Brantas relasi Blitar - Pasarsenen, KA Singasari relasi Blitar - Pasarsenen dan KA Anjasmoro relasi Jombang - Pasarsenen. Seluruhnya melakukan perjalanan pulang dan pergi.

 

Baca Juga : Penumpang KA Diimbau Rapid Test H-1 sebelum Jadwal Keberangkatan

"Saat ini terpantau sementara dalam data Rail Ticket Sistym (RTS) untuk ketersediaan jumlah tempat duduk untuk tanggal 31 Oktober 2020 sampai dengan 01 Nopember 2020 yaitu, untuk KA 117 Brantas kelas ekonomi tersedia 24 tempat duduk, KA 127 Anjasmoro kelas ekskutif tersedia 52 tempat duduk, kelas ekonomi tersedia 128 tempat duduk. Sedangkan KA 109 Singasari dan KA 293 Kahuripan sudah habis terjual," bebernya. 

Karena situasi masih dalam pandemi covid-19, DAOP 7 Madiun juga meminta agar seluruh penumpang untuk melakukan rapid test. Serta, masing-masing penumpang diminta tetap mengenakan masker meski di dalam gerbong kereta. Tempat duduk kereta juga telah diatur sesuai protokol kesehatan.

 

Hal ini untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19. Pihak PT KAI juga telah menyiapkan pelayanan rapid test di sejumlah stasiun. Untuk rapid test, penumpang hanya cukup membayar Rp 85 ribu saja. 

"Untuk ini kami menghimbau bagi pelanggan yg belum memiliki rapid test agar dapat melakukanya pada H-1 sebelum jadwal keberangkatan, guna mengantisipasi antrian panjang, yang dapat mengakibatkan pelanggan tertinggal KA," pungkasnya.