Kantor Dinas Pendidikan Kota Probolinggo (Foto: Mabrur/ProbolinggoTimes)
Kantor Dinas Pendidikan Kota Probolinggo (Foto: Mabrur/ProbolinggoTimes)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo tengah menyiapkan data 541 Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap PTT untuk diajukan sebagai penerima subsidi gaji dari pemerintah pusat, pada Jum'at (30/10/2020).

Dari 541 data yang berhasil dikumpulkan oleh Disdikbud itu terdiri dari 260 GTT, 274 PTT, dan 7 pegawai kontrak yang tersebar di lingkungan pemerintah kota (pemkot) Pobolinggo.

Baca Juga : Mantapkan Dukcapil Go Digital, Dispendukcapil Blitar Layani Warga di Masa Libur Panjang

Menurut Kepala Disdikbud Kota Probolinggo, Mochammad Maskur, pihaknya siap mengajukan data tersebut. “Yang jelas kami siap memberikan data yang diminta. Untuk pengajuannya, kami masih menunggu petunjuk lanjutan,” ujarnya.

Maskur menambahkan, penyiapan data tersebut dilakukan setelah Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Ida Fauziyah menyatakan bahwa akan mengusulkan sisa anggaran subsidi gaji dalam program Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk guru honorer. Baik di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) maupun Kementerian Agama (Kemenag).

Rencana itu ditujukan untuk mengakomodir permintaan guru honorer di Kemendikbud maupun Kemenag. Harapannya, program Menaker tersebut dapat bermanfaat bagi penerima subsidi upah, layaknya penerima BSU lainnya, dengan direkomendasi melalui kementerian terkait.

Awalnya, anggaran yang dialokasikan untuk penerima bantuan subsidi upah adalah sebanyak 15,72 juta pekerja dengan total anggaran Rp 37,74 triliun. Namun, berdasarkan data yang sudah divalidasi BPJS Ketenagakerjaan, hingga 30 September 2020, hanya ada 12,4 juta pekerja yang layak mendapatkannya. Karenanya, terdapat selisih anggaran.

Baca Juga : 17.238 UMKM di Jember Terima BLT Gelombang Pertama, Awas Jangan Senang Dulu

Sejauh ini, pihak Disdikbud masih menunggu instruksi lanjutan mengenai sejumlah persyaratannya. Begitu ada petunjuk dan teknis (juknis), dinas sudah siap memberikan data jika diperlukan. “Sehingga cepat diproses untuk tambahan gaji atau subsidi gaji bagi GTT-PTT di lingkungannya,” tandas pejabat kelahiran Sampang, Madura itu.