ilustrasi pungli BLT (foto : istimewa)
ilustrasi pungli BLT (foto : istimewa)

WhatsApp Group (WAG) dengan nama Sumbangan Dana yang digalang untuk mengumpulkan warga di Dusun Klanceng, Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, bubar.

WAG dengan dalih penggalangan untuk pengajuan BLT UMKM melalui jalur aspirasi itu bubar setelah ada pemberitaan dari media Jatim TIMES.

Baca Juga : Ramai Iming-Iming BLT UMKM di Jember, Ini Tanggapan Relawan BJJ

Dari pantauan media ini, anggota group yang sudah mencapai 50 lebih tersebut langsung dikeluarkan semua oleh oknum L salah satu admin dalam WAG tersebut. Beberapa warga yang sudah terlanjur mengirim data ke oknum dengan inisial L pun sempat menanyakan alasan dikeluarkannya dari group.

“Saya sempat tanya kepada admin, kok dikeluarkan dari group? Apa pengajuan BLT UMKM melalui jalur aspirasi dibubarkan? Kata admin tetap berlanjut, tapi tidak lagi lewat group. Hanya melalui jalur Wapri (WhatsApp Pribadi), karena di group terlalu banyak pertanyaan dan khawatir data akan hilang,” ujar salah satu warga yang tidak mau disebut namanya dan ikut dalam program tersebut, Jumat (30/10/2020).

Ia pun berharap, jika program BLT UMKM melalui jalur aspirasi tidak jadi, pihaknya tidak mempermasalahkan. Namun datanya yang sudah terlanjur dikirim, ia minta agar yang bersangkutan bertanggung jawab dengan tidak menyalahgunakannya.

“Kalaupun toh gak jadi gak apa-apa. Asal data yang sudah saya kirimkan tidak disalahgunakan. Kalau sampai disalahgunakan, ya tahu sendirilah konsekuensinya. Karena saya tahu, di group itu juga untuk penggalangan salah satu calon bupati,” ujar perempuan yang sehari-hari menjalankan usaha bisnis kue basah ini.

Sementara L saat dihubungi media ini terkait adanya WAG dengan nama SUMBANGAN DANA yang dibubarkan setelah adanya pemberitaan dari Jatim TIMES, tidak ada respon. Bahkan pesan WhatsAap yang dikirim juga centang satu (wa tidak aktif). Begitu juga kepada IS wanita yang menjadi peluncur pengumpulan KTP calon penerima bantuan, saat dihubungi juga tidak menunjukkan nomor HP-nya aktif.

Namun informasi yang diterima media ini, IS yang menjadi peluncur pengumpulan KTP warga sempat ketakutan saat berita yang ditulis Jatim TIMES tersebar ke beberapa group WAG. Bahkan IS sempat mendatangi salah satu calon penerima untuk tidak melaporkan apa yang sudah dilakukan.

“Iya mas, orangnya nangis-nangis ke rumah. Ia tidak tahu soal penggalangan ini. Ia hanya bilang kalau disuruh saja, dan berpesan agar tidak melaporkan ke pihak berwajib,” ujar FF salah satu calon penerima program BLT UMKM.

Baca Juga : Waduh, Ada Politisasi Bantuan Langsung Tunai UMKM di Jember

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa warga di Dusun Klanceng, Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Jember, diramaikan dengan adanya WAG yang menawarkan program bantuan BLT UMKM. Penawaran tersebut, oknum L menjelaskan, kepada warga jika pengajuan program BLT UMKM Kementerian Koperasi bisa dilakukan dalam dua jalur, yakni jalur reguler dan jalur aspirasi.

Untuk jalur reguler, dalam group dijelaskan, bahwa yang mengikuti jalur tersebut tidak ada potongan, namun pihaknya tidak yakin akan mudah disetujui pengajuannya. Sedangkan melalui jalur aspirasi, bisa dipastikan 99 persen di setujui, namun ada potongan sebesar 58 persen untuk operasional koperasi. Sehingga dari total dana BLT UMKM sebesar Rp 2,4 juta, warga hanya akan menerima Rp 1.008.000.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jember Dedi Nurahmadi, saat dikonfirmasi media ini mengatakan, bahwa yang menentukan diterima atau tidaknya pemohon bantuan BLT UMKM bukan perorangan maupun Dinas Koperasi di daerah. Tapi yang menentukan siap yang berhak menerima adalah Kementerian Koperasi.

“Dinas Koperasi UMKM di kabupaten hanya menampung data pemohon saja. Setelah itu data kita kirim ke pusat, dan yang menentukan pusat. Uang yang cair atau diterima oleh pemohon juga utuh Rp 2,4 juta dan tanpa ada potongan sama sekali. Dan ini sudah dibuktikan oleh mereka yang menerima di gelombang pertama,” pungkas Dedi.