Bupati Jombang Mundjidah Wahab menandatangani prasasti program KOTAKU. (Foto : Dokumentasi Bagian Humas dan Protokol Setdakab Jombang)
Bupati Jombang Mundjidah Wahab menandatangani prasasti program KOTAKU. (Foto : Dokumentasi Bagian Humas dan Protokol Setdakab Jombang)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menerima bantuan pemerintah untuk masyarakat berupa program kota tanpa kumuh (KOTAKU). Bantuan tersebut diterima Bupati Jombang Mundjidah Wahab berupa bantuan drainase lingkungan untuk RT 19 Dusun Wonoayu, Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.

Serah terima bantuan ini dihadiri langsung oleh Bupati Jombang Mundjidah Wahab pada Senin (26/10/2020) kemarin. Turut hadir, perwakilan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jatim Rekyan Puruhita dan Anggota DPR RI dari Komisi V Sadarestuwati.

Baca Juga : Bupati Jombang Gelar Upacara Hari Jadi Pemerintahan Kabupaten Jombang

Program KOTAKU dalam pelaksanaannya menggunakan platform kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kota/kabupaten, masyarakat dan stakeholder lainnya. Dengan memposisikan masyarakat dan pemerintah Kabupaten/kota sebagai pelaku utama (nahkoda).

Program ini merupakan salah satu upaya strategis untuk mempercepat penanganan pemukiman kumuh di perkotaan dan mendukung Gerakan 100-0-100. Dalam artian, yaitu 100 persen akses air minum layak, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

"Saya ucapan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja keras melaksanakan BPM 2020 ini dengan baik. Khususnya kepada Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah 1 Jawa Timur, Dinas Perumahan Dan Permukiman Kabupaten Jombang, Pendamping dan Konsultan Program Kotaku Kabupaten Jombang, Pemerintah Desa, BKM, KSM dan semua warga masyarakat dengan perannya masing-masing," ucap Mundjidah Wahab pada sambutannya.

Lanjutnya, Dusun Wonoayu, Desa Dukuhmojo, memiliki potensi berupa pohon buah sawo. Potensi tersebut diharapkan bupati bisa membawa Desa Dukuhmojo lebih dikenal di luar dari potensi buah sawonya.

"Ini kalau dikelola dengan baik, saya yakin sawo asal Dusun Wonoayu ini nanti bisa go internasional. Tahun depan saya berharap ada pembagian bibit sawo gratis bagi Dusun Wonoayu," tandasnya.

Selain itu, Mundjidah juga berharap program KOTAKU juga bisa menyasar warga Jombang di tahun depan. "Saya berharap tahun depan Kabupaten Jombang kembali  mendapat program KOTAKU. Semoga anggota komisi V DPR RI Ibu Estu bisa memperjuangkan untuk desa-desa lainnya," kata Mundjidah.

Rekyan Puruhita, mewakili Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jatim, berharap, dengan adanya pembangunan infrastuktur ini bisa bermanfaat buat warga. Dan nantinya warga juga bisa menjaga dengan baik.

Baca Juga : Pemkab Pamekasan Kembali Raih Predikat WTP Lima Kali Berturut-turut

"Semoga pembangunan KOTAKU di Dusun Wonoayu ini bisa membawa manfaat yang besar bagi warga sekitar. Harapan saya program  KOTAKU ke depannya kembali bisa hadir di Kabupaten Jombang, karena jika kita lihat manfaatnya cukup besar," ucapnya.

Sementara, anggota komisi V DPR RI Sadarestuwati, dalam sambutannya mengatakan, bahwa program KOTAKU dinilai telah berjalan dengan baik dan  nantinya bisa dirawat dengan maksimal. Ia juga menyampaikan, bahwa program tersebut juga akan direalisasikan di tiga titik untuk tahun 2021.

"Pada tahun yang akan datang di tahun 2021 akan ada 3 desa di Kabupaten Jombang yang mendapat bantuan program KOTAKU. Yakni, Desa Budug Sidorejo, Kecamatan Sumobito, Sumobito, Desa Mojokerep, Kecamatan Mojowarno dan Desa Katemas, Kecamatan Kudu," pungkasnya.(Adv)