Menaker Ida Fauziyah (di layar) saat memberikan sambutan dalam acara Dies Maulidiyah UIN Malang yang ke-59 (Foto: Ima/MalangTIMES)
Menaker Ida Fauziyah (di layar) saat memberikan sambutan dalam acara Dies Maulidiyah UIN Malang yang ke-59 (Foto: Ima/MalangTIMES)

Hari ini (Selasa, 27/10/2020), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) melakukan penutupan perayaan Dies Maulidiyah yang ke-59. 

Dies Maulidiyah dengan tema "Revolusi UIN Maliki Menuju Smart Islamic University" ini ditutup dengan Rapat Terbuka Senat dan Orasi Ilmiah oleh Guru Besar Prof Dr H Imam Suprayogo di Auditorium Gedung Rektorat lantai 5.

Baca Juga : Refleksi 59 Tahun UIN Malang, Rektor Beri Penghargaan ke Para Pemimpin Terdahulu

Selain itu, turut hadir pula Menteri Ketenagakerjaan RI Dr Dra Hj Ida Fauziyah MSi yang menyampaikan gagasannya secara virtual. Ida mengucapkan selamat kepada UIN Malang atas dies maulidiyah yang ke-59 ini.

"Sungguh pencapaian yang sangat luar biasa bisa sampai pada hari ini, memiliki usia yang melebihi setengah abad dan terus memberikan kontribusi yang besar dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia serta memperkaya khasanah ciri umat Islam di Indonesia," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ida juga yakin bahwa UIN Malang akan melahirkan para alumni yang lebih unggul dari smart university lain. Hal ini karena pembelajaran di UIN Malang tak hanya mengenai ilmu dunia saja, melainkan juga ilmu agama.

"Saat ini karena tuntutan kemajuan zaman, hampir semua perguruan tinggi juga mengembangkan smart university. Namun saya meyakini alumni UIN Malang ini akan memiliki kompetensi lebih karena selain kompetensi yang skillnya sesuai dengan konsentrasi jurusan juga menguasai pemahaman agama," katanya.

Ia pun mengajak civitas untuk turut bergembira karena pada peringatan dies maulidiyah ke-59 ini seluruh civitas academica menjadikannya sebagai momentum menjadikan UIN Maliki Malang sebagai Smart Islamic University, sebuah kampus yang memiliki pelayanan yang terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi informasi, baik yang terkait langsung dengan akademik maupun non akademik. Menjadi Smart Islamic University, seluruh data dan sistem terintegrasi, pelayanan lebih cepat, ramah lingkungan, serta kualitas akademik menjadi jauh lebih baik.

"Saat musim pandemi seperti sekarang ini smart university juga semakin menemukan urgensinya dengan layanan yang berbasis teknologi informasi yang tidak mengharuskan kedekatan fisik, seluruh kegiatan akademik tetap dapat diselenggarakan dengan tanpa khawatir akan dampak pandemi," paparnya.

Baca Juga : Wow, Hair Tonic Alami dari Kulit Pisang Kepok Karya Mahasiswa ini Bisa Cegah Kebotakan

Tema Dies Maulidiyah kali ini juga diapresiasi oleh Ida. Dikatakan revolusi itu mutlak dilakukan. Sebab, menghadapi perubahan di era revolusi industri 4.0 ini, semua harus cepat dan responsif apabila tak ingin digilas zaman.

"Suka tidak suka kita semua harus melakukan transformasi sebagai merespon atas perubahan jika kita tidak ingin digilas oleh perubahan," tegasnya.

Beberapa waktu yang lalu, Ida juga sempat berkunjung langsung ke UIN Malang dalam rangka MoU peningkatan mutu SDM. Ia optimis dengan adanya kerja sama ini akan mempercepat proses peningkatan kualitas SDM dalam menghadapi era industri 4.0 ini.

"Saya juga telah menyaksikan secara langsung perubahan kampus dan semangat tranformasi UIN Maliki. Dengan dua hal ini saya sangat yakin cita-cita UIN Maliki menjadi Center of Excellence dan Center of Islamic Civilization sekaligus mengimplementasikan ajaran Islam rahmatan lil alamin dapat terwujud," tandasnya.