Kepala BNPT RI, Boy Rafli Amar (baju hitam) saat menerima bingkisan makanan ringan produksi dari Syahrul Munif (baju putih), Senin (26/10/2020). (Foto: Dok. JatimTimes) 
Kepala BNPT RI, Boy Rafli Amar (baju hitam) saat menerima bingkisan makanan ringan produksi dari Syahrul Munif (baju putih), Senin (26/10/2020). (Foto: Dok. JatimTimes) 

Pusat produksi makanan ringan Calyna Candy di Bukit Cemara Tujuh, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang mendadak didatangi Ketua BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) RI, Boy Rafli Amar Senin (26/10/2020). Rumah usaha itu diketahui Syahrul Munif. Rupanya, kedatangan Boy Rafli ke tempat usaha milik Syahrul ini dalam rangka pengawasan kewirausahaan mitra deradikalisasi secara langsung.

Kegiatan usaha makanan ringan ini mendapatkan atensi khusus dari BNPT, pasalnya Owner makanan ringan Calyna Candy, Syahrul Munif merupakan mantan anggota ISIS (Islamic State of Iraq and Suriah). 

Kepala BNPT, Boy Rafli Amar dalam sambutannya mengatakan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme terdapat kewajiban dari lembaga negara dalam melakukan pendampingan terhadap mantan narapidana terorisme. "BNPT bersama mitra deradikalisasi atau berstatus sebagai mantan warga binaan sekarang ini kebanyakan telah menjadi pengusaha muda di berbagai usaha. Di antaranya kuliner, pertanian dan peternakan," ujarnya, Senin (26/10/2020). 

Jenderal polisi dengan bintang tiga di pundaknya ini juga menuturkan, selain menjalankan perintah Undang-Undang, peninjauan langsung juga sebagai bentuk apresiasi terhadap Syahrul Munif yang telah sukses mengembangkan usahanya pascabebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sentul, Bogor, Jawa Barat pada tanggal 25 September 2019. 

Pihak BNPT pun disampaikan oleh Boy Rafli bahwa akan membantu Syahrul Munif untuk lebih mengembangkan peluang usaha makanan ringannya ini hingga tersebar di seluruh pelosok Indonesia bahkan mancanegara. 

"Ke depan kita akan memberi semangat lagi agar program ini lebih bagus produksinya. Distribusinya juga bisa menjangkau ke berbagai daerah, sehingga dapat memiliki nilai ekonomi yang tinggi," terangnya. 

Upaya-upaya dari BNPT pun dilakukan untuk lebih dapat menunjang kesejahteraan para mitra deradikalisasi yang merupakan narapidana terorisme di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Timur. 

Mantan Kapolda Papua ini juga berkomitmen di hadapan Syahrul Munif beserta 17 mantan narapidana yang turut hadir dalam peninjauannya, bahwa BNPT akan menjembatani para mitra deradikalisasi kepada lembaga negara di tataran pusat. "Kita akan terus melakukan pendampingan terutama akan menjembatani kepada pihak-pihak pusat. Seperti kementerian lembaga yang mempunyai program program yang mendukung UMKM (Usaha, Mikro Kecil Menengah, red)," lugasnya. 

Boy Rafli berharap agar para mitra deradikalisasi dengan di fasilitasi berupa pendampingan kewirausahaan, mampu memberikan stimulus agar lebih berkembang lagi dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. 

Terlebih dalam catatan BNPT, dikatakan Boy Rafli bahwa persentase keberhasilan BNPT dalam melakukan pendampingan kepada para mitra deradikalisasi sudah mencapai angka 70 persen.  "Ditakutkan apabila dilepas langsung, tidak ada pendampingan, maka akan ada masalah baru, yakni masalah psikis," pungkasnya.