Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pemkab Jember Drs Dedi Nurahmadi (foto : istimewa / Jatim TIMES)
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pemkab Jember Drs Dedi Nurahmadi (foto : istimewa / Jatim TIMES)

Maraknya informasi tentang pencairan dana bantuan langsun tunai (BLT) untuk UMKM (usaha mikro kecil menengah) dari Kementerian Koperasi ternyata mulai dimanfaatkan oleh beberapa oknum.

 Kasus itu, misalnya, yang terjadi di Dusun Klanceng, Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Jember. Bahkan warga yang bersedia untuk mendapatkan bantuan dikoordinasi dalam WAG (Whatsaap Group).

Baca Juga : Jalan Bergelombang, Pengendara Kritis Usai Alami Laka Tunggal di Jalur Jember-Surabaya

Anehnya, dalam bantuan tersebut, oknum yang diketahui berinisial L memberikan beberapa opsi kepada warga yang berminat terhadap BLT UMKM tersebut. Dalam beberapa screenshoot yang diterima media ini, oknum L menawarkan kepada warga yang berminat mengajukan BLT UMKM untuk menyerahkan nama, NIK, jenis usaha, dan juga nomor handphone.

“Begini, ada surat edaran sumbangan suka” / dana hiba dari dinas kementerian koperasi pusat jakarta untuk seluruh umkm, ada dua jalur cara mendapatkan sumbangan tersebut, 1 JALUR REGULER, jenengan urus sendiri semua persyaratan dan harus terdftar menjadi anggota korperasim jika tidak terdftar jenengan tidak akan mendapatkan surat rekom dari koperasi, karena surat rekom adalah salah satu syarat yang harus dilengkapi – jika lolos maka mendapatkan dana 2.400.000 – belum tentu lolos – tanpa potongan,”

“2. JALUR ASPIRASI, jalur ini adalah jalur khusus, tdk perlu menjadi anggota koprasi, sifat a. Umum semua usaha, tdak perlu urus sendiri, termasuk tidak perlu urus rekom dr koprasi dll – cukup dengan foto KTP dan No HP – jika lolos (90% lolos) maka akan mendapat dana 2.400.000-potongan 58% jadi yg diterima oleh jenengan senilai 1.008.000, NB : potongan itu untuk biaya operasional dan sumbangan untuk koprasi yg memberikan rekomendasi, sudah jelas ya?....” bunti pesan dalam group WAG yang dikirim oleh oknum L.

Tidak hanya itu. Dalam obrolan group WAG, salah satu admin grup juga membubuhkan stiker salah satu bacabup (bakal calon bupati) di Jember. Dan kepada penerima, ada pesan untuk tidak lupa mencoblos calon dengan nomor tersebut pada pilkada  9 Desember mendatang.

Informasi yang dihimpun media ini,  WAG tersebut dibuat oleh salah satu pendukung yang juga tim dari salah satu paslon pilkada di Jember. “Selalu dibumbui stiker-setiker bacabup itu-itu saja. Bahkan kadang terang-terangan untuk mencoblos calon yang didukungnya,” ujar salah satu warga yang masuk dalam grup WAG dan tidak mau disebut namanya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pemkab Jember Dedi Nurahmadi saat dikonfirmasi media ini mengatakan, yang menentukan diterima atau tidaknya pemohon bantuan BLT UMKM bukan perorangan maupun Dinas Koperasi di daerah. Yang menentukan siapa yang berhak menerima adalah Kementerian Koperasi.

“Dinas Koperasi UMKM di kabupaten hanya menampung data pemohon. Setelah itu, data kita kirim ke pusat dan yang menentukan pusat. Uang yang cair atau diterima oleh pemohon juga utuh Rp 2.400.000 dan tanpa ada potongan sama sekali. Dan ini sudah dibuktikan oleh mereka yang menerima di gelombang pertama,” ujar Dedi.

Baca Juga : KJI Jember Apresiasi Polisi Tangkap Oknum Pelaku Pengancaman terhadap Jurnalis

Dedi juga mengatakan, saat ini gelombang kedua juga sudah dimulai. Namun prosedur dan alur siapa yang berhak menerima, verifikasi dilakukan oleh Kementerian Koperasi. “Nanti kementerian akan melakukan verfak (verifikasi faktual). Mulai dari NIK, nomor HP dan beberapa dokumen lainnya. Jika ada yang tidak lengkap, maka data akan dikembalikan ke kami untuk dilengkapi,” beber Dedi.

Dedi pun kaget mengetahui ada oknum yang memolitisasi bantuan BLT bagi UMKM oleh sekelompok orang. Pihaknya meminta agar warga hati-hati dan tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mencoba untuk mencari keuntungan dari program pemerintah pusat ini.

“Waduh kok bisa sampai dipolitisasi ya. Saya imbau agar warga hati-hati dan tidak mudah percaya. Yang jelas prosedur bantuan seperti itu. Tidak ada titipan dari pihak mana pun, termasuk dari calon bupati tertentu,” pungkas Dedi.