Muhammad Munjiat, putra kedua Gus Nur saat ditemui dikediamannya (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Muhammad Munjiat, putra kedua Gus Nur saat ditemui dikediamannya (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Penceramah Gus Nur, diamankan Bareskrim Mabes Polri di rumahnya yang ada di Jalan Cucak Rawun Raya, Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, (24/10/2020) dini hari. Ia diamankan setelah terdapat laporan kepolisian lantaran diduga melakukan penghinaan terhadap Nadhlatul Ulama (NU).

Putra kedua Gus Nur, Muhammad Munjiat (21) menceritakan awal sebelum pria yang ia sebut Abi itu diamankan. 

Baca Juga : Polresta Banyuwangi Kembalikan Pendemo Remaja yang Ditangkap ke Keluarganya

Saat ia baru saja selesai menghadiri kegiatan di sebuah Pondok Pesantren di kawasan Kedungkandang. Gus Nur berangkat untuk menghadiri undangan sebagai penceramah sekitar ba'da Isya atau sekitar pukul 19.00 WIB.

"Setelah dari sana, acaranya selesai jam 23.00 WIB. Setelah itu pulang ke rumah, istirahat," jelasnya.

Kemudian, saat dirumah, Gus Nur sempat istirahat sembari melakukan bekam. Namun tak berselang lama, seperti terdapat orang yang berada di luar rumah. Setelah itu, Munjiat kemudian keluar rumah untuk melihat siapa yang berada di luar rumah.

Di situ, Munjiat sempat heran karena di luar begitu banyak orang yang berada di depan rumah. Ada lima mobil yang terparkir. Munjiat kemudian sempat bertanya kepada orang-orang tersebut. Mereka mengaku dari Bareskrim Mabes Polri.

Setelah itu mereka kemudian masuk ke dalam halaman rumah dan kemudian berdiri di depan pintu. Mereka datang tanpa menjelaskan alasan kedatangan dan hanya menunjukkan surat penggeledahan serta penahanan terhadap ayahnya. 

Dari penggeledahan itu, pihak Bareskrim sempat menyita sebuah laptop, tiga buah hp, hardisk dan juga modem WiFi serta sebuah memori card.

"Ya pas bekam belum selesai, kemudian langsung dibawa. Sebelumnya diminta bawa pakaian ganti, setelah menggeledah langsung dibawa ke Jakarta," jelasnya.

Baca Juga : Demo IMM Malang Raya Tolak UU Cipta Kerja di Kota Batu, Kapolres Batu Justru Beri Apresiasi

Saat dibawa petugas menaiki mobil Kijang Innova warna hitam, Gus Nur seorang diri. Dari pihak keluarga maupun kuasa hukum tak ada yang mendampingi. Sebab saat itu, dijelaskan Munjiat, jika tidak ada permintaan ajak atau larangan dari pihak pihak kepolisian.

"Tapi sudah ngabari jam 10.00 WIB tadi, komunikasi lewat hp penyidik sedang mau pemeriksaan. Hari ini sebenarnya Abi juga ada kegiatan di Surabaya, tapi berhubung sudah kejadian agenda dibatalkan," jelasnya.

Sementara itu, untuk langkah hukum yang diambil, pihaknya saat ini menyerahkan kepada tim kuasa hukum. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat telah ditunjuk untuk melakukan pendampingan dalam proses hukum kasus Gus Nur.

"Saat ini tim kuasa hukum tengah merapat ke Bareskrim Mabes Polri," pungkasnya.