Debat Pilwali Blitar Kurang Greget, Dua Paslon ‘Malu-Malu’ Adu Visi Misi | Jatim TIMES

Debat Pilwali Blitar Kurang Greget, Dua Paslon ‘Malu-Malu’ Adu Visi Misi

Oct 22, 2020 09:27
Debat paslon perdana pilwali Kota Blitar.
Debat paslon perdana pilwali Kota Blitar.

Pemilihan wali kota dan wakil wali Kota Blitar mulai bergairah meski digelar di tengah pandemi covid-19. Suhu politik semakin panas dengan digelarnya debat publik perdana di Gedung Kesenian Kota Blitar, Rabu (21/10/2020) malam. 

Ya, dalam debat publik ini, kedua pasangan calon, yakni paslon nomor urut 01 Henry- Yasin dan paslon nomor urut 02 Santoso-Tjujuk Sunario, beradu gagasan dan visi misi. Sayang, debat yang diharapkan berjalan seru dan panas terkesan kurang greget karena kedua paslon terkesan 'malu-malu' beradu visi-misi. 

Baca Juga : Taat Instruksi, DPD Golkar Kabupaten Malang Solid Menangkan Paslon SanDi

Kurang gregetnya pelaksanaan debat publik perdana diakui Ketua KPU Kota Blitar Choirul Umam. Dirinya menegaskan hal ini akan menjadi evaluasi. Evaluasi yang akan dilakukan adalah soal teknis eksekusi. 

Pada segmen keempat seharusnya menjadi momen seru bagi kedua paslon untuk saling mendebat soal kesejahteraan sosial yang menjadi tema debat publik malam itu. Tapi pada praktiknya, kedua paslon tidak adu bantah dan justru terlihat kalem. 

“Terkait debat ini, kedua paslon mungkin masih perlu beradaptasi. Pada sesi debat terbuka diberikan kesempatan untuk saling mendebat satu sama lain. Tapi keduanya tampak terlihat kalem dengan saling meredam suhu,” ungkap Umam. 

Lebih dalam Umam menyampaikan, dengan evaluasi yang dilakukan, pihaknya berharap di debat publik kedua nanti kedua paslon tampil lebih kritis sehingga jalanya debat berjalan lebih hangat. 

“Secara umum debat pertama ini berjalan lancar. Di debat kedua nanti kita berharap kedua paslon lebih bisa memaparkan program kerja dan gagasan bila terpilih memimpin Kota Blitar," tukasnya. 

Sebagaimana diketahui, KPU Kota Blitar menggelar debat paslon sebanyak tiga kali. Hal ini sesuai dengan PKPU Nomor 11 Tahun 2020 terkait perubahan PKPU Nomor 4 Tahun 2017, yakni maksimal debat bisa dilaksanakan sebanyak tiga kali. 

Debat pertama digelar di Gedung Kesenian Kota Blitar. Debat dimulai pukul 19.00 WIB dengan tema kesejahteraan sosial. Kedua pasangan calon memiliki waktu sebanyak 120 menit dengan melibatkan panelis. 

Baca Juga : Paslon SanDi Optimistis Sektor Pariwisata Kabupaten Malang akan Mendunia dalam 2 Tahun

Satu sesi debat ada 5 segmen, terdiri dari paparan visi misi paslon. Kemudian  pertanyaan panelis untuk paslon 1, pertanyaan panelis untuk paslon 2, teknis debat khusus dan closing statement.

Setelah debat publik pertama, KPU Kota Blitar akan kembali menggelar debat publik pada Selasa 10 November 2020. Debat kedua ini mengangkat soal  tata kelolaan pemerintah. Dan debat sesi ketiga atau yang terakhir  pada Selasa 24 November 2020 tentang pembangunan ekonomi. 

Karena masih dalam situasi pandemi, KPU Kota Blitar membatasi kehadiran peserta. Sesuai PKPU, dalam debat publik hanya dibatasi 19 orang yang ada dalam ruangan. Jumlah itu terdiri  dari paslon 2 (total 4), Bawaslu 2, tim kampanye masing-masing 4 (total 8), KPU 5 orang.

Pilkada Kota Blitar 2020 diramaikan dua pasangan calon. Paslon Henry Pradipta Anwar-Yasin Hermanto diusung tiga partai politik, yakni PKB, PKS, dan Golkar. Sementara paslon Santoso-Tjujuk Sunario diusung PDIP, PPP, Demokrat, Gerindra dan Hanura.

Topik
Debat Pilwali Blitar Gedung Kesenian Kota Blitar KPU Kota Blitar

Berita Lainnya