Sistem jaga jarak untuk ruang tunggu pelayanan di Puskesmas Kendalkerep (atas), dan Upaya edukasi di ruang tunggu di Puskesmas Arjowinangun (bawah). (Foto: Source Instagram).
Sistem jaga jarak untuk ruang tunggu pelayanan di Puskesmas Kendalkerep (atas), dan Upaya edukasi di ruang tunggu di Puskesmas Arjowinangun (bawah). (Foto: Source Instagram).

MALANGTIMES -  Puskesmas Arjowinangun tetap memperhatikan PPI (pencegahan dan pengendalian infeksi) guna tetap memberikan pelayanan sesuai standar di masa pandemi covid-19. Salah satunya dengan pembagian tiga zona area ruang layanan. Yakni zona hijau, kuning, dan oranye. "Area ruang pelayanan di Puskesmas Arjowinangun dibagi tiga zona, hijau, kuning dan oranye. Di sini petugas kesehatan wajib mematuhi aturan pembagian area ini demi keselamatan diri, keluarga, dan orang di sekitar," ungkap petugas sanitasi Puskesmas Arjowinangun Fany Dwi PS AMd Kesling.

Di zona hijau, petugas kesehatan diwajibkan melepas alat pelindung diri (APD) seperti hazmat, face shield, hingga shoes cover. Namun petugas tetap wajib pakai masker. Yang tergolong area hijau di antaranya ruang tata usaha (TU), gudang barang, dan ruang administrasi. Untuk zona kuning, petugas kesehatan wajib memakai hazmat, masker, dan sarung tangan. Yang tergolong area ini hanya di kawasan ruang tunggu pasien.

Kursi area tunggu di Puskesmas Arjowinangun dengan penyekatan sesuai protokol kesehatan. (Foto: Instagram @pkmarjowinangun).

Sementara untuk zona oranye, petugas kesehatan kesehatan wajib memakai hazmat, masker, face shield, head cap, dan shoes cover. "Karena area ini mencakup ruang pelayanan. Termasuk KIA, imunisasi, poli umum, tindakan, hingga laboratorium," ujar Fany Dwi. Nutrisionist atau ahli gizi Puskesmas Arjowinangun Mahmud Afandi menjelaskan,  layanan imunisasi tetap dijalankan mengingat hal itu menjadi kebutuhan dasar setiap bayi dan balita. Untuk di Puskesmas Arjowinangun, imunisasi dijadwalkan setiap Senin dan Kamis. "Imunisasi masih berjalan. Di sini setiap Senin dan Kamis. Karena dengan imunisasi itu anak terjaga dari infeksi, makanya tetap harus dilaksanakan. Supaya anak itu tidak gampang sakit," terangnya.

Baca Juga : Mulyorejo Bentuk Grup Satgas, Janti Batasi Pengunjung Masuk

Sementara, banyak perubahan yang dilakukan dalam memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas Kendalkerep di masa pandemi covid-19. Prioritas tak hanya tertuju pada pasien, melainkan juga untuk petugas kesehatan yang memberikan pelayanan. Kepala Puskesmas Kendalkerep dr AAI Ngurah Kunti Putri mengatakan, perubahan layanan kesehatan itu berlaku baik di area dalam gedung ataupun di luar gedung puskesmas. "Untuk di dalam gedung, kami juga harus memikirkan kualitas layanan kesehatan kepada pasien. Juga memikirkan keselamatan,  tak hanya pasien, tapi juga petugas kesehatannya. Misalkan dengan melakukan zonasi atau pemisahan alur infeksius dan non-infeksius," jelasnya.

Saat sebelum memasuki loket, petugas kesehatan sudah ada yang melakukan skrining kepada pengunjung yang datang. Apakah pasien berkategori infeksius atau tidak, disarankan untuk cuci tangan, memastikan memakai masker, dan juga melakukan pengukuran suhu. Pelayanan di area loket hingga apotek untuk mengambil obat juga dilakukan pembatas dengan sekat plastik. "Karena memang ini juga untuk keselamatan petugas. Selain penggunaan APD (alat pelindung diri) yang sesuai, meja tracing, layanan dan apotek yang dulu terbuka sekarang ada sekatnya," imbuhnya.

Layanan imunisasi balita oleh petugas kesehatan di Puskesmas Kendalkerep. (Foto: Instagram @pusk.kendalkerep).

Terkait layanan imunisasi, Kunti Putri mengatakan dibuka setiap hari tapi di dalam gedung puskesmas. Adapun, bila ada yang tertinggal jadwal, imunisasinya akan dibuka di kelurahan yang bersangkutan dengan perjanjian terlebih dahulu. "Imunasi dilakukan di dalam gedung. Senin sampai Sabtu menerima. Dan untuk mengejar capaian, kami  juga membuka di kelurahan, tapi dengan perjanjian. Artinya terjadwal dan kesepakatan mereka bekerja sama dengan kader. Ini untuk menghindari kumpul-kumpul," imbuhnya.

Baca Juga : Larang Ramai-Ramai Antar Anak Imunisasi, Cukup Ibu dan Bayi

Langkah ini juga untuk mengejar bagi yang wilayahnya cukup jauh dari puskesmas. Dengan demikian, imunisasi bagi bayi dan balita tetap berjalan dengan maksimal. "Jadi, ada yang satu kali per bulan, ada yang per minggu. Tergantung kesepakatan dengan kadernya. Itu dongkraknya lumayan dan cukup membantu. Siapa-siapa yang mengejar, yang belum imunisasi, lebih dekat di situ," tutup Kunti Putri.