Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sumenep, Sustono saat diwawancara media (Foto: Ist/JatimTIMES)
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sumenep, Sustono saat diwawancara media (Foto: Ist/JatimTIMES)

Demi menyukseskan program Bantuan Presiden (Banpres) berupa uang tunai Rp 2,4 juta, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sumenep akui telah maksimal lakukan sosialisasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sumenep Sustono mengatakan, perihal sosialisasi BLT UMKM telah usai dan final dikoordinasikan. Baik di daratan maupun kepulauan.

Baca Juga : 8 UMKM Gelar Produk Aneka Olahan Ikan di Kediri Town Square

"Kami telah sampaikan langsung kepada Pak Camat. Pastinya dari kecamatan telah tersampaikan ke pihak desa dan masyarakat," ujarnya, Rabu (21/10/2020).

Bahkan, pihaknya mengaku telah menyambangi masyarakat kepulauan yang terkendala transportasi maupun akibat cuaca ekstrem.

"Kami kemarin tiga hari sudah ke kepulauan untuk sosialisasikan itu. Sepulang dari sana itu kami membawa usulan dan evaluasi. Ya saya terima, saya kolektifkan melalui saya sendiri," terang Sustono.

Tidak hanya itu, pihaknya juga membuka diri dan berterima kasih apabila ada relawan yang siap menjadi penghubung instansinya dengan masyarakat yang ada di kepulauan.

"Saya sampai di pertemuan awal, untuk wilayah Kepulauan Masalembu, Sapeken, Kangean, Raas, Sapudi, Giligenting, silahkan untuk dikolektif. Artinya, boleh lah untuk relawan yang bersedia, silahkan," tambahnya.

Ia mengakui, sejauh ini instansinya telah mengajukan seribu lebih pelaku usaha mikro, kecil dan menengah untuk mendapat Banpres tersebut.

Baca Juga : Sukses Kelola Persampahan, Kabupaten Blitar Jadi Rujukan Studi Lapang

"Data yang masuk sejak 12 sampai 19 kemarin, kurang lebih yang sudah kami usulkan kepada Kemenkop sebanyak 1.661 pemohon," bebernya.

Jumlah pemohon tersebut belum terhitung dengan yang mendaftar dari Selasa (20/10/2020) kemarin yang cukup banyak. Kemungkinan ke depan jumlahnya masih akan terus bertambah mengingat masa pendaftaran masih sampai akhir November mendatang.

"Pemohon yang diusulkan juga tersebar di wilayah daratan maupun kepulauan," tegas mantan Kepala Dinas Perhubungan Sumenep ini mengakhiri wawancara.