Debat Paslon Perdana Pilwali Blitar Akan Gunakan Bahasa Jawa | Jatim TIMES

Debat Paslon Perdana Pilwali Blitar Akan Gunakan Bahasa Jawa

Oct 21, 2020 16:26
Paslon menjalani rapid test sebelum debat paslon digelar
Paslon menjalani rapid test sebelum debat paslon digelar

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar akan menggelar debat publik pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Blitar selama tiga kali. Debat perdana akan dilaksanakan pada Rabu (21/10/2020). 

Berbeda dari daerah lain yang melaksanakan pilkada serentak, debat kandidat Pilkada Kota Blitar 2020 ini penyelanggara akan memasukkan nilai-nilai kearifan lokal. Debat di Kota Blitar akan menggunakan bahasa Jawa khas Blitar. Di mana para paslon akan menyampaikan  solusi untuk mengatasi dampak permasalahan yang terjadi di Kota Blitar akibat dari pandemi Covid-19. 

Baca Juga : Bawaslu Nyatakan Satu ASN Kabupaten Malang Tak Netral, Hasil Pleno Akan Diserahkan KASN

“Didebat terbuka akan ada beragam pertanyaan dari masyarakat yang menggunakan bahasa Jawa. Nah, kami mendorong agar kearifan lokal ini bisa dimunculkan dalam debat. Karena dalam persoalan ekonomi pembangunan menyangkut aspek ekonomi pariwisata. Di Kota Blitar aspek pariwisata menjadi hal utama," ungkap Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM, Rangga Bisma Aditya. 

Dari beragam pertanyaan yang disampaikan, para paslon wajib menjawab pertanyaan itu dengan menggunakan bahasa Jawa. 

“Paslon wajib menjawab pertanyaan itu dengan menggunakan bahasa Jawa. Materi tanya jawab akan dipilih oleh para panelis. Diantaranya menyangkut bagaimana solusi para calon mengatasi dampak pandemi di sektor ekonomi dan pariwisata Kota Blitar," paparnya. 

Sebagaimana disampaikan, KPU Kota Blitar bakal menggelar debat paslon sebanyak tiga kali. Hal ini sesuai dengan PKPU Nomor 11 tahun 2020 terkait perubahan PKPU Nomor 4 tahun 2017, di mana maksimal debat bisa dilaksanakan sebanyak tiga kali. 

Debat pertama akan digelar di Gedung Kesenian Kota Blitar. Debat dimulai pukul 19.00 WIB dengan tema kesejahteraan sosial. Kedua pasangan calon memiliki waktu sebanyak 120 menit dengan melibatkan panelis. 

Nantinya, satu sesi debat ada 5 segmen, terdiri dari paparan visi misi paslon. Kemudian  pertanyaan panelis untuk paslon 1, pertanyaan panelis untuk paslon 2, teknis debat khusus dan closing statement.

Baca Juga : Aspirasi Perempuan Belum Maksimal Terwadahi, Lathifah: Musrenbang Perempuan Penting

Debat sesi kedua akan dilaksanakan pada  Selasa 10 November 2020. Debat kedua ini mengangkat soal  tata kelolaan pemerintah. Dan debat sesi ketiga atau yang terakhir  pada Selasa 24 November 2020 dengan mengangkat tema  pembangunan ekonomi.

“Karena masih dalam situasi pandemi, kami dari KPU Kota Blitar membatasi kehadiran peserta. Sesuai PKPU, dalam debat publik hanya dibatasi 19 orang yang ada dalam ruangan. Jumlah itu terdiri  dari Paslon 2 (total 4), Bawas 2, Tim Kampanye masing-masing 4 (total 8), KPU 5 orang,” terangnya. 

Lanjutnya, untuk mencegah penyebaran Covid-19, KPU Kota Blitar mewajibkan mereka yang ada di lokasi debat untuk melakukan rapid test sebagai jaminan protokol kesehatan diterapkan dengan maksimal. 

“Tidak ada aturanya di PKPU, tapi kami ingin menerapkan ini untuk menjamin pelaksanaan protokol kesehatan kepada semua yang nanti hadir di dalam ruangan. Mulai dari paslon sampai media yang akan menyiarkan live juga kami rapid," pungkasnya.

Topik
debat pilkada blitar debat bahasa jawa pilwali blitar 2020

Berita Lainnya