Bangkitkan Sektor Pariwisata, Disbudpar Banyuwangi Rangkul Penggiat Medsos | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Bangkitkan Sektor Pariwisata, Disbudpar Banyuwangi Rangkul Penggiat Medsos

Oct 20, 2020 19:05
Diskusi Kadisbudpar Banyuwangi, Penggiat Medsos dan Travel Agen  di Hotel Ketapang Indah Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times
Diskusi Kadisbudpar Banyuwangi, Penggiat Medsos dan Travel Agen di Hotel Ketapang Indah Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times

Kehidupan pariwisata di Kabupaten Banyuwangi di saat pageblug wabah Covid 19 kembali bergairah. Salah satu kunci rahasia yang dilakukan Pemkab Banyuwangi adalah menggerakkan para penggiat media sosial (medsos). 

M Yanuarto Bramuda, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi mengungkapkan di tengah adanya media sosial (medsos) kelompok yang menyebarkan berita buruk, pihaknya mampu menggandeng kelompok netizen dan penggiat medsos untuk mengabarkan hal baik. Khususnya tentang kota di ujung timur pulau Jawa yang dikenal sebagai Serpihan Tanah Surga dalam bidang pariwisata karena kekayaan alam lingkungan, aneka macam kuliner dan bermacam adat istiadar/tradisi seni budaya yang tumbuh dan berkembang di Bumi Blambangan.

Baca Juga : Cassette Store Day, Nostalgia Para Pecinta Kaset Pita

Ternyata apa yang dilakukan oleh pemerintah Banyuwangi mendapatkan respons positif dari masyarakat luar sehingga dengan bantuan para netizen dan penggiat medsos Banyuwangi mampu meyakinkan masyarakat luar jaminan kepastian keamanan kenyamanan dan keselamatan untuk datang dan berkunjung ke Banyuwangi.

 “Tentunya apa yang kami kerjakan merupakan kerja keras kerja sama dan kebersamaan semua elemen dalam menumbuhkan sektor pariwisata yang terbukti mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Bram panggilan akrab M Yanuarto Bramuda saat ditemui di kantornya, Selasa (20/10/2020).

Berdasarkan data terakhir jumlah kunjungan wisatawan pada destinasi wisata yang ada di Banyuwangi tercatat sekitar 10 ribu. Sebagian  hotel di bumi Blambangan tingkat hunian (okupansi) mencapai 90 persen restoran terus tumbuh dan berkembang. “Realitas yang cukup menggembirakan bagi perkembangan sektor wisata Banyuwangi. Sementara kabupaten/kota lain masih fokus  dalam  penanganan pandemi Covid 19,” jelas pria yang akrab disapa Bram tersebut.

Selanjutnya ayah dua putri itu menambahkan Banyuwangi bisa menjadi rule model  bagaimana memulihkan kondisi ekonomi ditengah pandemi kabupaten/kota lain di Indonesia dan Banyuwangi siap berbagi pengalaman untuk keluar dari masalah pandemi Covid 19 yang menjadi masalah bagi sebagian wilayah di Indonesia.

Baca Juga : Javanine Band, Musisi-Musisi Muda Banyuwangi Bertahan Dalam Pandemi

Disbudpar Banyuwangi secara kontinyu menggelar pertemuan dengan para penggiat medsos yang memiliki follower ribuan. Masukan mereka menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk membuat sebuah program yang dilaksanakan. ”Kunci dari semuanya adalah bahwa setiap masalah pasti ada solusi setiap problem menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kami untuk melakukan inovasi yang dilandasi dengan kesesuaian kebutuhan masyarakat Insya Alloh akan ada jalan keluar!,”tegas Bram.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Disbudpar Banyuwangi Medsos

Berita Lainnya