Proses evakuasi bayi oleh Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Probolinggo. (Foto: Mabrur/ ProbolinggoTimes)
Proses evakuasi bayi oleh Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Probolinggo. (Foto: Mabrur/ ProbolinggoTimes)

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo berencana membawa bayi yang ditemukan di kebun kopi pada senin, (19/10/2020) lalu, ke UPT Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PSAB) Jawa Timur di Sidoarjo.

Rencana pengiriman bayi itu sebagaimana disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Dinsos Kabupaten Probolinggo, Titik Indayati. “Bayi perempuan itu, rencananya akan dikirim ke UPT Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PSAB) Jawa Timur di Sidoarjo. Namun, belum dipastikan kapan akan dilaksanakan menunggu hasil dan kondisi hari ini,” kata Titik, Selasa, (20/10/2020).

Baca Juga : Konsisten Kawal Agen BPNT Bermasalah, Aktivis Alpart Kepung Kantor DPRD Pamekasan

Titik menjelaskan, pihaknya melakukan pendampingan terhadap bayi temuan tersebut. "Kami (dinsos) sudah melakukan pendampingan setelah mendengar kabar penemuan bayi pada Senin kemarin. Khususnya untuk mendampingi dan memastikan bayi tersebut mendapat perawatan medis yang layak" ujarnya.

Dia juga menjelaskan, bahwa status bayi adalah milik negara, sehingga segala bentuk perawatannya akan dibebankan dan menjadi tanggung jawab negara. Kemudian bagi warga yang ingin mengadopsi harus memenuhi beberapa persyaratan. 

Sejumlah persyaratan itu ditujukan untuk menjamin hak-hak dasar dan masa depan bayi. Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon orang tua di antaranya yaitu harus membuat surat permohonan untuk adopsi anak, telah menikah dan minimal usia pernikahannya selama 5 tahun serta belum memiliki anak.

Kemudian usia calon pengasuh minimal berusia 30 tahun dan maksimal 50 tahun serta harus sehat secara jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Jiwa. “Paling penting harus mampu secara ekonomi. Jika tidak mapan secara ekonomi,dikhawatirkan perawatan terhadap bayi tersebut tidak akan maksimal dan justru jadi beban keluarga,” ungkap Titik.

Baca Juga : Yakin Ada Kecurangan Ujian Perangkat, LSM Bintara Wadul ke Bupati Tulungagung

Pihaknya menerangkan jika sudah memenuhi persyaratan administrasi itu, calon orang tua akan disurvei oleh petugas dari UPT PSAB Jawa Timur.