Tak Beroperasi Selama Pandemi, Pemkot Usulkan Tarif Pajak Tempat Hiburan Diturunkan | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Tak Beroperasi Selama Pandemi, Pemkot Usulkan Tarif Pajak Tempat Hiburan Diturunkan

Oct 19, 2020 20:38
(Foto: Ilustrasi)
(Foto: Ilustrasi)

Kepala Badan Pendapatan, Pengelola Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Kediri, Bagus Alit mengusulkan adanya menurunkan tarif pajak terhadap tempat hiburan karaoke dan panti pijat. Hal itu dikarenakan sejmlah tempat hiburan tersebut tak beroperasi sama sekali semenjak mewabahnya Covid-19 di Kota Kediri, Jawa Timur.

Pengusulan penurunan pajak tersebut tertuang pada Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan atas Perda Nomor 8 Tahun 2010 tentang pajak daerah. Usulan tersebut disampaikan pada Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri, Kamis (15/10) kemarin.

Baca Juga : Dibuka Sejak Jumat, Antusias Pengunjung Bioskop NSC Kepanjen Masih Belum Meningkat

Kepala Badan Pendapatan, Pengelola Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Kediri, Bagus Alit menjelaskan usulan penurunan pajak karaoke dari 50 persen menjadi 30 persen dan panti pijat dari 40 persen menjadi 20 persen. Penurunan ini dimaksud untuk meringankan beban operasional karaoke yang selama pandemi tidak bisa beroperasi.

Dia menyebut pertimbangan ini dibahas melalui panitia khusus (Pansus) DPRD apakah disetujui atau tidak. Menurutnya bisa saja usulan tersebut justru bertambah dari usulan atau turun dari usulan awal.

“Sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pajak hiburan sebenarnya tidak terlalu banyak. Tapi memang usulan tersebut tujuannya untuk meringankan dampak pandemi Covid-19, karena karaoke dan panti pijat belum boleh buka sampai saat ini,” tukasnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Satpol PP Kota Kediri, ada sebanyak 5 karaoke berizin dan sekitar 5 karaoke tidak resmi berkedok cafe dengan ruangan karaoke tidak sampai 10 ruangan. Selain itu untuk panti pijat menurut data satpol ada 3 saja, sementara 1 lainnya sudah berganti perizinan menjadi panti sehat.

“Sekarang ada perubahan perizinan dari panti pijat menjadi panti sehat. Panti pijat di kota Kediri ada 3, mungkin beberapa diantaranya sudah tutup karena pandemi ini. Kalau karaoke yang besar-besar itu sudah ada izinnya, sementara yang kecil-kecil seperti yang ada di Jalan Kapten Tendean dan Kelurahan Tempurejo yang dekat berbatasan dengan Kabupaten Kediri itu izinnya sepertinya bukan izin hiburan,” kata Kepala Bidang Trantibum Satpol PP, Nur Khamid.

Baca Juga : Merawat Kenangan Bersama TV Jadul di Era 70 an

Sementara itu, selama pandemi ini menurutnya tidak ada operasi pada karaoke atau panti pijat. Hanya saja beberapa waktu kemarin ada warung yang memiliki ruangan karaoke yang dioperasi. Oleh Satpol PP usaha tersebut ditutup sementara dan diminta untuk menemui Kasi Penyelidikan dan Perizinan Satpol PP.

Sementara itu kebanyakan yang terjaring di tempat karaoke adalah penemuan miras. Sedangkan untuk anak di bawah umur tahun ini tidak pernah ditemui hanya tahun 2019 lalu saja. “Prostitusi di karaoke kami belum pernah menemukan karena belum ada bukti. Kalau Pemandu Lagu itu pasti ditemui di tempat karaoke,” tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Badan Pendapatan, Pengelola Keuangan, dan Aset Daerah kepala BPPKAD Kediri

Berita Lainnya