Resmikan Kampung Tilawah, Plt Bupati Jember Harap Tradisi Belajar Alquran Dijaga | Jatim TIMES

Resmikan Kampung Tilawah, Plt Bupati Jember Harap Tradisi Belajar Alquran Dijaga

Oct 19, 2020 20:13
Camat Silo dan Kepala Kemenag Jember Menyerahkan Prasasti Peresmian Kampung Tilawah kepada Nur Kholifah
Camat Silo dan Kepala Kemenag Jember Menyerahkan Prasasti Peresmian Kampung Tilawah kepada Nur Kholifah

Pandemi Covid-19 secara nyata membatasi aktivitas dan ruang gerak sebagian orang, namun di tengah keterbatasan itu, masyarakat justru bisa melahirkan inovasi-inovasi baru agar tetap bisa berkreasi di bidangnya.

Contohnya, keberadaan Kampung Tilawah di Desa Sempolan, Kecamatan Silo yang diresmikan oleh Plt Bupati Jember Abdul Muqit Arief secara virtual, Senin (19/10).

Baca Juga : Lagi-Lagi Macet Dikeluhkan, Dewan Kembali Usul Pembangunan Jalan Baru

Sebelumnya, Abdul Muqit yang direncanakan membuka secara langsung Kampung Tilawah mendadak bertolak ke Surabaya. Kendati demikian, ia berharap pembukaan tersebut tidak kehilangan makna dan tujuannya. "Ini patut kita dukung bersama (Kampung Tilawah). Tradisi membumikan Al-Quran harus kita jaga," tuturnya lewat layar video.

Pengasuh Ponpes Al-Falah berharap Kampung Tilawah akan membawa suasana lebih religius dan menginspirasi daerah lainnya agar Al-Qur'an terus membumi di tengah masyarakat.

Inovasi yang ditampilkan Kampung Tilawah yakni pembelajaran berbasis daring menggunakan aplikasi e-Tilawah. Nur Kholifah selaku penggagas mengatakan, dengan e-Tilawah santri diajarkan untuk lebih disiplin dalam mengerjakan materi.

Sebelumnya ia mengaku, pembelajaran menggunakan WhatsApp, namun berjalan kurang efektif karena murid kadang mengabaikan tugas yang diberikan. Sementara, e-Tilawah memiliki fitur pengingat (alarm) yang otomatis berdering bila murid tidak mengerjakan materi.

"Misalkan kami memberi tugas sekarang terus diabaikan maka satu jam lagi akan berdering, itu kalau disetting dalam satu jam," jelasnya.

Di balik Kampung Tilawah ini, Nur Kholifah memiliki motivasi agar putra putri daerah Silo bisa membawa nama baik tanah kelahirannya di kancah lokal maupun nasional.

Baca Juga : Momen Hari Pangan Sedunia, Ajang Dispangtan Kota Malang Kuatkan Kampung Pangan

"Jember timur itu minim sekali peserta MTQ di event kabupaten apalagi Provinsi dan nasional yang dominan dari barat. Jadi saya rasanya tidak terima, masa banyaknya masyarakat Silo yang punya suara emas pasti ada," tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Jember, H. Muhammad, S.Sos mengapresiasi berdirinya Kampung Tilawah. Menurutnya, adalah hal yang langka sebuah pembelajaran agama berbasis daring. "Kita bukan melarang untuk bertatap muka, tapi dengan dilahirkannya e-Tilawah perlu dicoba pembelajaran secara virtual," ujarnya.

Muhammad menyebut, tidak menutup kemungkinan aplikasi ini akan diterapkan di lembaga di bawah Kemenag setelah melihat plus minus e-Tilawah.

"Nanti akan kita kembangkan, kita akan evaluasi kelebihan dan kekurangannya. Bukan hanya cukup di sini nanti akan kita kembangkan di pendidikan karena ini mengikuti budaya baru, new normal," pungkasnya.

Topik
Wakil Bupati Jember

Berita Lainnya