30/01/2023 Ingin Membangun Kota Dibilang Merusak, Ketua Golkar Surabaya: Hatimu Terbuat dari Apa? | Jatim TIMES

Ingin Membangun Kota Dibilang Merusak, Ketua Golkar Surabaya: Hatimu Terbuat dari Apa?

Oct 19, 2020 14:25
Ketua DPD Golkar Surabaya Arif Fathoni
Ketua DPD Golkar Surabaya Arif Fathoni

Pewarta: M. Bahrul Marzuki | Editor: Dede Nana

Ketua DPD Partai Golkar Surabaya Arif Fathoni geram dengan tudingan kepada pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU) yang hanya akan merusak kota apabila terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Walikota Surabaya pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

Kegeraman Toni yang juga Anggota Komisi A DPRD Surabaya ini terlihat dari status unggahan di Facebook yang terkonfirmasi miliknya.

Baca Juga : Projo Banyuwangi Dukung Paslon Ipuk-H Sugirah

"Orang mau membangun kota secara adil dan merata kau bilang mau merusak apa yang sudah dibangun. Hatimu terbuat dari apa? Apa karena tertutupi kehendak sang tuan pemilik tanah oloran di timur Surabaya,'' tulis Toni dalam statusnya, Senin (19/10/2020).

Seperti diketahui, tanah oloran di sepanjang tepi pantai timur Surabaya banyak dikuasai pengembang dengan pemilik modal besar. 

Toni menduga, penguasa Surabaya tak ingin terusik kepentingannya ketika berganti kepemimpinan.

''Orang mau membangun Pasar Tunjungan yang mati, kau bilang mau merusak kota? lalu hatimu terbuat dari apa hingga tidak melihat jeritan para pedagang dan pernak perniknya?'' lanjut Toni masih dalam status yang diunggah.

Dikonfirmasi mengenai kebenaran status tersebut, Toni yang Sabtu (18/10/2020) kemarin dikukuhkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Surabaya mengaku, akun facebook tersebut miliknya. 

Dia membenarkan ada upaya penjegalan dari penguasa Surabaya saat ini dengan menggiring opini masyarakat bahwa kalau bukan pilihanya maka Wali Kota ke depan hanya akan merusak apa yang sudah dibangun.

''Ini sama sekali tidak benar dan jahat sekali mempermainkan psikologi massa untuk kepentingan kekuasaan dengan mencitrakan pesaing hanya akan merusak program-program yang sudah berjalan,'' katanya.

Menurut Toni, niatan pasangan Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU) tulus bersama rakyat membangun Kota Surabaya. Sebab, dari sisi keekonomian dan ambisi kekuasaan, kedua orang tersebut sudah tuntas. Sehingga, dirinya memastikan keduanya benar-benar tulus mengabdi.

''Orang mau kasih dan pembangunan Rp 150 juta per tahun ke RT kau bilang mau merusak kota, lalu hatimu terbuat dari apa atas jeritan warga yang tidak mendapatkan layanan infrastruktur dasar secara merata?,'' ujar Toni menyambut status miliknya.

Baca Juga : Resmi Dikukuhkan, Ketua Golkar Surabaya Siap Mundur jika Tak Bawa Perubahan

Menurutnya, hal ini aneh lantaran ada orang berkeinginan tampil untuk memajukan kota dengan melibatkan partisipasi semua lapisan masyarakat, namun disebut hendak merusak kota. 

''Orang mau bawa pembangunan kota dengan melibatkan semua pihak, kau bilang mau merusak kota, lalu hatimu terbuat dari apa. Hingga dengan siapapun wakilnya kau campakan,'' ujarnya.

Ketika disinggung apakah status tersebut sindiran terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Toni mengatakan biar masyarakat yang menilai. "Saya kira masyarakat paham lah," katanya.

Toni kian tak habis pikir ketika program MA-Mujiaman untuk memberikan Rp 1 juta per Kepala Keluarga (KK) apabila kelak terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Walikota tetap dituding hendak merusak kota. Sementara saat ini, banyak KK yang belum mendapat bantuan meski sudah diusulkan para Ketua RT. Akibatnya, para Ketua RT dikejar oleh warganya.

''Sebenarnya hatimu terbuat dari apa? hingga hobimu hanya marah, nangis dan bersujud bukan kepada Tuhan YME,'' tulis Toni menutup statusnya.

 

Judul berita Ingin Membangun Kota Dibilang Merusak, Ketua Golkar Surabaya: Hatimu Terbuat dari Apa?.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
ketua golkar surabaya Medsos Facebook

Berita Lainnya