Foto: Istimewa (Redaksi/  BangkalanTimes.com)
Foto: Istimewa (Redaksi/ BangkalanTimes.com)

Bantuan insentif guru ngaji dan guru madrasah diniyah (Madin) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, telah cair. Kamis (15/10/2020) lalu, secara simbolis Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron menyerahkan insentif tersebut di Pendopo Agung Bangkalan.

Terkait pencairan insentif itu, Ketua Umum Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bangkalan Arif Qomaruddin, mengajak seluruh kadernya untuk melakukan pengawasan.

Baca Juga : Mendikbud Nadiem Gembleng Ribuan Calon Guru Penggerak selama 9 Bulan sebelum Ditugaskan

"Saya mengajak kepada seluruh kader PMII se-Kabupaten Bangkalan untuk mengawasi pencairan itu, dikhawatirkan nanti terjadi pungutan liar (pungli)," ujar Arif, Jumat (16/10/2020), kepada BangkalanTIMES.

Menurut Arif, kekhawatiran itu mengacu pada kejadian di tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, PMII pernah menemukan ada pungutan liar (pungli) yang terjadi saat pencairan insentif guru ngaji dan madin.

Dia mengajak kader PMII untuk mengawasi pencairan insentif. Sehingga, tunjangan kesejahteraan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan terhadap guru ngaji dan madin bisa tepat sasaran.

"Apalagi kan sudah jelas, insentif itu besarannya hanya Rp 200 ribu per bulan, masak harus dipotong, kan kasihan mereka," imbuhnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga membuka posko pengaduan bagi guru ngaji dan madin.

Baca Juga : Kado Terindah Dies Maulidiyah ke-59, Salah Satu Jurnal UIN Malang Terindeks Scopus

"Jika nanti ada pungli di lapangan, maka guru ngaji dan madin bisa melaporkan ke posko kami, disitu sudah lengkap dengan nomor Hp nya," urainya.

Arif menegaskan, upaya itu dilakukan demi mengkawal janji politik Bupati Bangkalan. Saat kampanye, bupati berjanji akan memberikan kesejahteraan terhadap guru ngaji dan madin di Kota Dzikir dan Sholawat.

"Ini bentuk kepedulian kami terhadap Bangkalan, dan bentuk kontrol kami terhadap kebaikan Kabupaten Bangkalan ke depan," pungkasnya.