KPU Kabupaten Blitar menetapkan jumlah DPT pilkada Kabupaten Blitar dalam rapat pleno.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
KPU Kabupaten Blitar menetapkan jumlah DPT pilkada Kabupaten Blitar dalam rapat pleno.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Daftar pemilih tetap (DPT) pilkada Kabupaten Blitar 2020 telah ditetapkan KPU melalui rapat pleno yang digelar pada Kamis (15/10/2020). Jumlah DPT pada pilbup Blitar ditetapkan sebanyak 961. 971 pemilih. 

Di antara 961. 971 DPT tersebut, KPU mencatat ada sebanyak 166 pemilih yang berusia di atas 100 tahun. Hal tersebut disampaikan komisioner KPU Kabupaten Blitar Divisi Perencanaan Data dan Informasi Rully Kustantik.

Baca Juga : Jelang Penetapan DPT, KPU Kabupaten Kediri Terus Validkan Data

Dikatakan Rully, sebelum DPT ditetapkan, pihaknya telah menerima data saran perbaikan dari Bawaslu  Kabupaten Blitar. Saran perbaikan itu terkait dengan temuan pemilih dengan rentang  usia 100 sampai 500 tahun  sebanyak 186 pemilih.

“Kami kemudian menurunkan saran perbaikan ini kepada PPK dan diturunkan lagi kepada PPS untuk verifikasi faktual (verfak). Verfak ini untuk mengecek kebenaran apa benar usia segitu atau apa salah ketik," ungkap Rully kepada awak media, Kamis (15/10/2020).

Setelah dilakukan verfak di lapangan, ditemukan 166 pemilih  datanya sesuai.  Artinya memang usia mereka berada di rentang 100 sampai 500 tahun. Hanya ada 13 orang yang datanya dinyatakan tidak memenuhi syarat ( TMS)  karena sudah tidak berada di tempat. Ada kemungkinan ketigabelas orang itu sudah meninggal dunia atau pindah domisili. Sementara 7 orang lainnya dinyatakan salah ketik.

 "Bisa jadi usia 100 tahun, bisa jadi 101 dan itu difaktualkan memang benar-benar ada. Artinya mereka warga Kabupaten Blitar dan saat ini masih hidup. Meskipun ada kemungkinan mereka nantinya akan menggunakan hak pilihnya atau tidak. Kewajiban kami hanya melakukan pendataan,” terangnya. 

Lebih dalam Rully menyampaikan, 166 pemilih tersebut tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Blitar. Namun, meskipun masih hidup, kondisi mereka sudah lemah karena lanjut usia. 

Baca Juga : Mengemuka di Webinar FISIP UB: Pilkada 2020 di Era Pandemi, Rentan Penurunan Partisipasi Politik

“Mereka masih hidup, masih ada. Tapi kalau orang Jawa bilang mereka itu sudah jadi ‘kembang amben’. Artinya hanya bisa beraktivitas di atas tempat tidur,” ungkapnya. 

Saran perbaikan dari Bawaslu, dalam hal ini KPU juga menerima data pemilih berusia 500 tahun. KPU langsung melakukan verifikasi faktual dan hasilnya hanya ada satu orang yang datanya sesuai. Meski demikian, satu orang tersebut usianya belum mencapai 500 tahun.

“Kami laksanakan klarifikasi ke lapangan. Kami melakukan pengecekan dan memang beliau ini kelahiran tahun 1899.   Artinya usianya sekarang sudah 121 tahun. Pemilih berusia 121 tahun itu atas nama Rusemi. Dia adalah warga Desa Sambigede, Kecamatan Binangun. Nah, kami lakukan verfak dan dua orang diketahui sudah tidak ada. Ada lagi sebanyak 14 orang salah ketik,” tuntasnya.