Penuh semangat, pendamping desa Dwi Astuti Anggraini bersama peserta pelatihan pembuatan jamu di Ruang Abang-abang Lambe Desa Yisomulyo Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi
Penuh semangat, pendamping desa Dwi Astuti Anggraini bersama peserta pelatihan pembuatan jamu di Ruang Abang-abang Lambe Desa Yisomulyo Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi

Menjaga kesehatan dan imunitas tubuh yang kuat sangat penting dilakukan dari gempuran virus Corona -19 saat ini. Tidak perlu menggunakan bahan pengobatan kesehatan yang mahal. Namun bisa mengoptimalisasi pemanfaatan tanaman obat pada saat pandemi dengan cara yang sederhana dan mudah, yaitu dengan minum jamu.

Hal ini disampaikan H. Budi Susanto Plt. Camat Gambiran Banyuwangi saat membuka Kegiatan pembinaan dan  pelatihan keterampilan kerja bagi tenaga kerja dan masyarakat dengan sub kegiatan pelatihan  pembuatan jamu di Desa Yosomulyo.

Baca Juga : Tingkatkan Imunitas Tubuh dengan Perilaku CERDIK, Apa Itu?

H. Budi mengucapkan terima kasih kepada Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi yang terus memfasilitasi dan mendampingi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) untuk meningkatkan kualitas pengembangan kearifan lokal dan potensi budaya di Kecamatan Gambiran.

"Alhamdulillah, Kecamatan Gambiran mendapat fasilitas ini, monggo kita manfaatkan pelatihan ini dengan semangat untuk bangkit dari keterlambatan ekonomi setelah sekian lama terdampak pandemi Covid-19," ujar H. Budi.

Saat ini banyak orang yang berusaha mencegah penyebaran Covid-19 dengan mengkonsumsi  vitamin dan jamu. Tepat kiranya pelatihan pembuatan jamu, untuk meningkatkan sistem imun tubuh dengan berbahan dari empon empon alami, seperti temu lawak, jahe, kunyit juga jeruk nipis.

"Bahan bahan juga mudah kita temukan di sekeliling kita," terangnya.

Materi pelatihan diberikan oleh narasumber yang kompeten, dengan materi motivasi usaha, hieginitas produk hingga praktek pembuatan jamu tradisional dengan inovasi produk jahe merah instant, sirup temulawak dan sirup jahe.

Menurut H. Budi, banyak manfaat pelajaran yang bisa diambil dari dua hari pelatihan ini, diharapkan dapat tercipta lapangan kerja dan  pengusaha baru yang dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat Gambiran, khususnya dalam rangka penguatan  UMKM.

Pelatihan pembuatan jamu digelar selama 2 hari, mulai Rabu -Kamis, 14 -15 Oktober 2020 diikuti para pemuda dan masyarakat.

Baca Juga : Kasus Covid-19 di Kota Malang Menurun Signifikan

Sementara itu, Kepala Desa Yosomulyo Joko Utomo Purniawan menyampaikan, melalui pelatihan ini kami berharap, kegiatan ini menjadi contoh yang baik dalam rangka pemberdayaan SDM yang dibekali berbagai keterampilan wirausaha bagi tenaga kerja dan masyarakat Yosomulyo dengan sub kegiatan pelatihan  pembuatan jamu.

Pendamping desa Dwi Astuti Anggraini yang selalu aktif mendampingi desa binaan terus memberikan motivasi untuk kemajuan desa.

“Kesehatan dan sosial-ekonomi seperti dua sisi mata uang yang selalu beriringan. Ketika sektor kesehatan terancam, maka sisi ekonomi ikut terhantam. Oleh karenanya pemerintah membuat strategi yang terukur dengan motto kesehatan terjaga dan ekonomi akan jaya. Alhamdulillah  ini ada pelatihan upaya untuk sehat serta upaya  bangkitkan UMKM dari keterlambatan perekonomian di tengah pandemi Covid-19,” terang  Zaenab panggilan akrabnya.