Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Ima/MalangTIMES)

Salah satu visi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang adalah terwujudnya pendidikan tinggi integratif memadukan sains dan Islam yang bereputasi internasional. Dalam upaya mewujudkan hal itu, salah satu yang dilakukan adalah berdialog dengan pakar-pakar di seluruh dunia. Satu di antaranya adalah membahas tafsir ilmi.

Secara umum, tafsir ilmi merupakan suatu metode penafsiran yang menerangkan istilah-istilah ilmiah yang terkandung pada perumpamaan-perumpamaan yang terdapat dalam Al-Quran yang kemudian melahirkan berbagai pengetahuan dan teori-teori filsafat. Sebagian ulama mengartikan tafsir ilmi sebagai sebuah penafsiran terhadap ayat-ayat kawniyyah yang sesuai dengan tuntutan dasar-dasar bahasa, ilmu pengetahuan, dan hasil-hasil penelitian alam.

Baca Juga : Beli Apartemen The Kalindra Dapat Studio Terluas Bonus Microsoft Surface Go

Senin (12/10/2020) hari ini  masalah tafsir ilmi dikupas di UIN Maliki. Namun,  Lantaran masih dalam situasi pandemi covid, Pusat Studi Integrasi Islam dan Sains UIN Maliki  mengadakan kegiatan itu dengan webinar. Temanya: Al-Tafsir Al-Ilmi: Historisitas, Metode, Peluang, dan Tantangan.

Turut hadir memberikan materi yakni Dr KH Abdul Ghofur Maimoen MA (alumni Jurusan Tafsir dan Ilmu Al-Quran Universitas Al-Azhar, Kairo, sekaligus pengasuh PP. Al-Anwar 3 Sarang), Dr KH Afiuddin Dimyathi MA (alumni Jurusan Tafsir dan Ilmu Al-Quran Universitas Al-Azhar dan pengasuh PP. Darul Ulum Jombang), dan Dr Muchlis M. Hanafi MA (alumni Jurusan Tafsir dan ilmu Al-Qurn Universitas Al-Azhar sekaligus Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Badan Litbang Kementerian Agama RI).

Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg mengapresiasi tema yang diambil lantaran amat sangat relevan dengan pengembangan UIN Malang. Yakni mengintegrasikan  sains dan Islam. Nah, salah satu yang paling pendek untuk mengintegrasikan sains dan Islam adalah menggunakan tafsir ilmi tersebut.

"Kalau misalnya ini digunakan sebagai satu fokus yang sangat mendalam, maka tidak menutup kemungkinan bahwa UIN Maulana Malik Ibrahim kemudian menjadi pusat dalam pengembangan sains ini," ucapnya.

Rektor pun menginginkan para peneliti di UIN Maulana Malik Ibrahim menggunakan metode ini. Kata dia, apa pun keahlian maupun kompetensi yang dimiliki oleh dosen atau mahasiswa, mereka harus punya kompetensi dalam bidang tafsir ilmi.

"Tafsir Ilmi ini amat sangat dibutuhkan oleh seluruh warga UIN Maulana Malik Ibrahim sebagai keahlian untuk memahami fenomena alam dalam rangka untuk mengonstruksi sains ini," ucapnnya.

Baca Juga : Subhanallah, Ada TPQ Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Tulungagung

 Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Prof Dr Tutik Hamidah MAg menambahkan bahwa tema tafsir ilmi ini sangat penting bagi UIN Malang. "Karena adanya amanah yang khusus kepada UIN, yaitu mengintegrasikan ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu eksak dengan Al-Quran sehingga pengembangan ilmu-ilmu itu bisa di bawah sinaran ajaran Al-Quran," ungkapnya.

Walau demikian, Tutik mengungkapkan, amanah tersebut memang berat diwujudkan. Untuk itu, pihaknya kerap mengadakan tema-tema semacam ini, mendialogkan ilmu-ilmu sosial maupun eksak dengan hidayah Al-Quran.

"Atau di sisi lain bagaimana mengambil inspirasi dari ayat-ayat Al-Quran untuk pengembangan maupun menciptakan ilmu-ilmu dalam bidang sosial maupun sains," katanya. Ia pun berharap webinar kali ini akan menambah wawasan serta memberikan progres untuk integrasi Islam dan sains.