Kondisi mobil yang masuk makam di Desa Winong Kedungwaru (Foto: Istimewa/ TulungagungTIMES)
Kondisi mobil yang masuk makam di Desa Winong Kedungwaru (Foto: Istimewa/ TulungagungTIMES)

Kejadian kecelakaan tunggal di Desa Winong Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung yang menewaskan pengemudi yakni Fadoli (58) warga Desa Pulosari RT 02 RW 15 Kecamatan Ngunut telah selesai dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

Kesimpulan sementara, Kanit Laka Polres Tulungagung, Iptu Diyon Fitrianto mengatakan bahwa korban lepas kendali sebelum menerjang tembok makam Sentono, Rabu (07/10/2020) jam 12.30 wib.

Baca Juga : Rem Blong, Truk Boks Masuk Jurang Sedalam 25 Meter di Blitar, Begini Nasib Pengemudi

Saat itu, Fadoli yang mengemudikan mobil Izusu Panther AG 418 RN merasa pusing dan kemudian lepas kendali.

"Semula kendaraan berjalan dari arah selatan menuju kearah utara. Sesampainya di TKP oleh karena diduga pengemudi pada saat berjalan dari arah selatan menuju ke arah utara tiba-tiba mengeluh pusing di kepala akhirnya hilang kendali dan mobil oleng ke kanan sehingga menabrak tembok makam," kata Diyon.

Akibatnya, Fadoli mengalami luka benturan dan langsung meninggal dunia di TKP, sementara Sinarwati (37) yang diketahui beralamat di Dusun Kalitupang Desa/Kecamatan Kauman mengalami luka memar di dahi.

Kepala Desa Winong, Agus Satoto membantah jika makam Sentono merupakan makam yang wingit. Menurutnya, Fadoli diduga mengalami serangan jantung saat mengemudikan mobilnya dan terjadi kecelakaan itu.

Dari keterangan Sinarwati yang ditanyai oleh Agus, dirinya tidak tau alamat dan status Fadoli. Pasalnya, meski mereka satu mobil ternyata baru berkenalan melalui media sosial.

"Katanya kenal lewat Facebook, saat saya tanya di mana rumah korban (yang bersama Sinarwati), dia malah bilang tidak tau," kata Kepala Desa Winong.

Pertemuan Sinarwati dan Fadoli sudah sejak malam hari, namun di mana pertemuan keduanya tidak disampaikan pada Agus. Sebelumnya, dari keterangan Sinarwati ke awak media

dirinya dijemput oleh Fadoli sekitar pukul 11 siang. Sebelum kejadian, dia dan Fadoli sempat pergi ke tempat wisata kebun belimbing di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu.

Baca Juga : Viral Polisi Dangdutan di Tulungagung, Penyebar Video Masih Diburu, Polda Jatim Ucapkan Terima Kasih

Bahkan Fadoli sempat meminta kepada Sinarwati untuk dibelikan buah belimbing. “Saya belikan belimbing dua kilo,” ujar Sinarwati.

Lalu, keluar dari kebun belimbing, Fadoli mengajak Sinarwati untuk berjalan-jalan dengan alasan menyenangkan hatinya. Sinarwati pun hanya manut dan mengikuti kemauan korban.

Namun setibanya di selatan makam Sentono di Desa Winong, Kecamatan Kedungwaru, sekitar pukul 12.00, Fadoli mengeluhkan pusing. Sinarwati lalu meminta untuk menepikan kendaraan itu.

Naas, belum sempat ditepikan, mobil yang melaju dari selatan ke utara ini keburu menabrak tembok makam dan masuk ke area makam. Akibatnya, Fadoli langsung meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan Sinarwati mengalami benturan di kepala. “Saya langsung berteriak minta tolong dan keluar dari mobil,” ungkapnya.

Dari penuturan Sinarwati, dirinya bertemu korban baru hari ini. Sebelumnya dia hanya berhubungan dengan korban melalui media sosial. Jadi, pertama bertemu, dirinya langsung diajak Fadoli jalan dan berujung kecelakaan maut tersebut.