Pamflet aksi penolakan UU Cipta kerja Omnibus Law. (Foto: kiriman korlap Aksi penolakan)
Pamflet aksi penolakan UU Cipta kerja Omnibus Law. (Foto: kiriman korlap Aksi penolakan)

PMII Probolinggo bereaksi atas disahkannya Undang-ulUndang (UU) Cipta Kerja oleh DPR pada rapat paripurna Senin (5/10/2020) lalu.

Reaksi itu akan mereka tuangkan dengan bentuk aksi penolakan. Demo akan mereka laksanakan pada Kamis (8/10/2020) siang.

Baca Juga : Petani di Kabupaten Malang Minta Tambahan Pupuk Subsidi dan Penangguhan Penggunaan Kartu Tani

Melalui demo itu, PMII Probolinggo ingin pemerintah membatalkan UU Cipta Kerja. Pasalnya, PMII menilai masih ada sejumlah masalah di UU itu yang harus diselesaikan.

Ketua PMII Probolinggo Sholeh mengatakan, rencananya kegiatan aksi penolakan tersebut akan berlangsung pada Kamis pukul 10 pagi. "Kami akan melakukan aksi penolakan UU Ciota Kerja besok. Kami juga sudah layangkan surat pemberitahuan kepada kepolisian setempat," ujarnya.

Sholeh menambahkan, dia akan membawa 150 massa dari organisasi yang diketuainya. Kemudian mereka akan melebur dengan elemen organisasi kemahasiswaan lainnya seperti  GMNI, HMI dan IMM serta buruh dan aktivis kemanusiaan di Probolinggo.

Pada agenda tersebut, mereka akan berkumpul di lapangan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Kemudian melakukan long march hingga gedung DPRD Kabupaten Probolinggo.

Baca Juga : Maraknya Jukir di Bangkalan yang Disoal PMII Kemarin, Begini Tanggapan Dishub

Menurut Sholeh, dalam aksi penolakan yang akan dilaksanakan besok, dirinya mengimbau massa aksi agar tetap menaati anjuran protokol kesehatan guna meminimalisasi kemungkinan terjangkit covid. "Ya, saya instruksikan sahabat-sahabat agar tetap memakai masker, menjaga jarak dan membawa hand sanitizer," pungkasnya.