Ilustrasi
Ilustrasi

Ujian perangkat desa di Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, masih simpang siur. Meski Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, dengan tegas akan meminta ujian di undur, namun belum ada tindak lanjut dari pihak Kecamatan Sumbergempol.

"Infonya besok (Selasa 06/10/2020) seluruh panitia akan dikumpulkan, dan setelah itu akan ditindaklanjuti komunikasi daring dengan perguruan tinggi pembuat soal. Tapi jadwalnya belum bisa ditentukan," kata Budiono, sekretaris desa Wates yang juga sebagai panitia, Senin (05/10/2020).

Baca Juga : Lagi, Polisi Hentikan Hiburan Musik Acara Hajatan di Tulungagung, Ini Videonya

Budi belum tahu apa yang akan terjadi, apakah benar-benar digagalkan dan di alihkan ke Universitas lokal Tulungagung, atau meneruskan kerjasama yang pernah dilakukan dengan Universitas Brawijaya (UB) Malang, terkait pembuatan soal ujian.

Lanjutnya, dari komunikasi yang terjalin dengan panitia dari beberapa desa, Budi menilai, bahwa banyak yang tidak setuju jika pembuat soal dialihkan ke perguruan tinggi dari Tulungagung.

Sementara itu, Nasikin Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sambirobyong, saat dihubungi mengatakan, bahwa UB Malang sudah disepakati sebagai pembuat soal.

"Pertimbangannya netral, jadi wajib tetap UB. Di sini para calon mayoritas juga menghendaki perguruan tingginya tetap (UB Malang, red))," kata Nasikin.

Jika dialihkan, BPD justru takut akan terjadi gejolak, karena selama ini belum ada pembicaraan dengan peserta.

"Yang benar ya apa yang disampaikan bupati. Jadi biar netral tetap memakai perguruan tinggi ternama," tegasnya.

Seperti diketahui, ujian perangkat desa di wilayah Kecamatan Sumbergempol, masih menuai polemik. Hal itu lantaran ada upaya pengalihan perguruan tinggi pembuat soal dari UB Malang ke PT lokal dari Tulungagung.

Baca Juga : Dipastikan Hoaks, Kabar Soal Gubernur DKI Anies Baswedan Terkena Wabah Mematikan

Karena diduga kuat ada tekanan dari oknum Kepala Desa, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, dengan tegas akan menunda pelaksanaan ujian tersebut.

"Sebenarnya memakai universitas di Malang itu akan bisa netral dalam pelaksanaannya, jika memang begitu yang terjadi maka sebaiknya di undur saja," tegas Maryoto saat dikonfirmasi melalui jaringan seluler, Jumat (02/10/2020) lalu.