Para admin media sosial bersama Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Para admin media sosial bersama Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

Polres Tulungagung mengajak sejumlah netizen ikut dalam Zoom Meeting bersama Kapolda Jawa Timur (Jatim). Rapat daring yang dilaksanakan pada Rabu (30/09/2020) sejak jam 13.35 hingga 15.00 WIB itu dihadiri sejumlah admin group Facebook yang ada di Tulungagung.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa acara itu melibatkan 750 netizen.

Baca Juga : Diduga Akibat Putung Rokok, Lahan Tebu di Pakis Terbakar

"Fungsi manajemen media adalah untuk colling down sistem dalam kegiatan Pilkada yang akan dilaksanakan Desember 2020. Diharapkan netizen dapat membantu dan pilkada serentak bisa berjalan aman dan damai," katanya.

Temu netizen, lanjut Pandia, dalam rangka menjalin sinergitas guna menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif. "Polri harus lebih dekat dengan netizen dan jurnalis, karena memiliki daya jangkau yang luas," ujarnya.

Oleh karenanya, Polri perlu memiliki ragam akun media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan lain sebagainya. Sehingga akses dari warga dengan Polri semakin terbuka.

"Polri harus bersahabat dengan netizen, jangan sampai Polri ketinggalan berita," imbuhnya.

Pandia juga mengajak para netizen dan jurnalis untuk bijak dalam memberitakan kejadian dan bukan hanya mengutamakan kecepatan membagi berita atau informasi, tapi akurasi kejadian dan fakta juga patut menjadi pertimbangan.

Aturan hukum dalam bersosial media, dijelaskan Pandia, sudah diatur dalam Undang-Undang ITE. Selain itu, upaya penanggulangan, baik  preemtif, preventif  dan represif juga terus dijalankan.

Baca Juga : Guru Cumbui Istri TKI Taiwan di Kelas, Kasek dan Pengawas Dipanggil Disdikpora Tulungagung

"Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, kerap kali di media sosial muncul informasi hoax yang meresahkan masyarakat. Guna menjaga kondusifitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Tulungagung, Polres Tulungagung menggandeng puluhan netizen untuk ikut serta menangkal hoax ini," ungkapnya.

Kapolres Tulungagung juga mengajak para netizen untuk turut serta mem-filter dan menguatkan patroli siber di dunia maya. "Informasi-informasi hoax maupun ujaran kebencian kerap kali ditemui, khususnya menjelang Pilkada serentak. Para netizen harusnya juga turut serta mengedukasi dan membantu pemerintah dalam hal menyampaikan informasi kepada publik terkait pentingnya mentaati protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19," jelasnya.

Dengan kegiatan zoom meeting itu, para netizen juga mendengarkan sambutan dari Polda Jatim terkait upaya pengamanan wilayah dan mencegah isu sara, berita hoax dan ujaran kebencian yang beredar di tengah masyarakat terutama jelang Pilkada serentak tahun 2020.