Petugas saat melakukan pendataan kepada sejumlah warga yang melanggar protokol kesehatan dengan tidak memakai masker (Foto:Rozy/JatimTimes.com)
Petugas saat melakukan pendataan kepada sejumlah warga yang melanggar protokol kesehatan dengan tidak memakai masker (Foto:Rozy/JatimTimes.com)

Kesadaran warga Pamekasan dalam mematuhi aturan protokol kesehatan khususnya memakai masker kian meningkat. Hal itu tercermin dari semakin sedikitnya warga yang ditindak karena tidak memakai masker saat keluar rumah.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kusairi, usai melaksanakan razia masker di sekitar Area Monumen Arek Lancor, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Rabu (30/09/2020).

Baca Juga : Dugaan Korupsi, Lembaga Nusantara Civil Society Organization Tuntut Kepala DLH Pamekasan Ditangkap

Menurutnya, berdasarkan temuan di lapangan, hari ini hanya ada 7 orang yang terjaring razia yustisi dan langsung dilakukan penindakan. 3 di antaranya disidang di tempat dan 4 orang lainnya diberi hukuman dengan menyanyikan lagu Indonesia raya.

"Pelanggar prokes kali ini cenderung menurun dibandingkan hari-ari sebelumnya," katanya Kepada JatimTimes.com.

Namun hal itu tidak mengendurkan petugas
gabungan yang terdiri dari TNI Polri dan Satpol PP untuk terus menggelar razia khususnya di tempat keramaian seperti pasar dan warkop di wilayah setempat.

"Karena pelanggar prokes di lapangan itu bermacam-macam, ada yang bilang lupa, ada yang memakai masker tidak sempurna, sehingga kebiasaan buruk itu harus diubah, dan akan terus kita lakukan pembinaan," tambahnya.

Baca Juga : Sejumlah Pokmaswas Minta Tindak Tegas Nelayan Luar Bangkalan

Namun yang jelas kata dia, sampai saat ini jumlah warga yang melanggar prokes di Pamekasan kian hari jumlahnya semakin menyusut.

"Semoga masyarakat Pamekasan bisa terus mematuhi aturan ini, dan Indonesia pada umumnya bisa segera bebas dari Covid-19," tutupnya.