Tersangka ikut dihadirkan dalam press conference di Mapolres Sleman.
Tersangka ikut dihadirkan dalam press conference di Mapolres Sleman.

Dengan berbekal printer, kertas Hvs biasa, dan uang asli Rp 50 ribu,  pemuda berinIsial TSJ  (30) memalsukan uang. Pelaku membuat uang palsu dengan cara menge-print lewat printer warna milik wisma tempatnya bekerja di Jalan Kaliurang, Yogyakarta.

Uang palsu itu terbongkar saat pria asal Banguntapan, Bantul, itu menyuruh rekannya membeli minuman di toko daerah Gejayan. TSJ memberikan uang palsu Rp 50 ribu sebanyak lima lembar.

Kompol M. Kasim Akbar Bantilan, wakapolres Sleman, mengatakan pembelian minuman dengan uang palsu tersebut terjadi  pada Selasa 22 September lalu sekitar pukul 22.30 WIB. "Saksi membeli minuman di toko daerah Gejayan dua kali, menggunakan uang palsu Rp 50 ribu sebanyak lima lembar," terangnya saat konferensi pers di Mapolsek Sleman, Rabu (30/9/2020). "Rekannya yang disuruh beli minuman tidak tahu kalau yang digunakan uang palsu," sambungnya.

Selanjutnya,  pemilik toko melapotkan kejadian itu ke Polsek Bulak Sumu. Dan sebagai tindak lanjut pengembangan, Satreskrim Polres Sleman mendatangi wisma tersangka berdasarkan informasi rekannya.

Satreskrim lalu  menginterogasi saksi dan tersangka. Dari situ, tersangka TSJ mengakui bahwa uang yang telah diberikan kepada rekannya merupakan uang palsu.

“Hasil barang bukti yang diamankan satu lembar Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu uang asli. Kemudian, printer Canon, Hvs kertas, cutter, dan penggaris besi.” ujar Kasim Akbar Bantilan. 

TSJ dijerat dengan Pasal 244 KUHP UU RI No 7 2011 tentang mata uang. Dia diancam dengan pidana 15 tahun dan 10 tahun penjara.