Nampak para napi di Lapas Klas 1 Malang tengah melakukan kegiatan tadarus di pesantren Lapas (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Nampak para napi di Lapas Klas 1 Malang tengah melakukan kegiatan tadarus di pesantren Lapas (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Berubah menjadi sosok lebih baik lagi, tentunya menjadi hak setiap manusia. Tak terkecuali bagi para narapidana, yang notabene telah ditetapkan bersalah oleh hakim di persidangan. 

Untuk itu, guna pembinaan para narapidana agar nantinya bisa menjadi lebih baik dan tak lagi mengulangi kesalahannya, selain memberikan ketrampilan, pembinaan mental, pancasila, pihak Lapas juga memberikan pembinaan secara spiritual keagamaan lewat pondok pesantren. Namananya Pondok Pesantren (Ponpes) At Taubah. Ponpes ini berada di dalam kawasan Lapas Lowokwaru. 

Ya pesantren Lapas Klas 1 Malang ini telah diresmikan sejak 2017 lalu. Adanya pesantren ini tak lepas merupakan upaya Lapas dalam melakukan pembinaan dan membekali para napi dengan ilmu bermanfaat.

Kalapas Klas 1 Malang, Anak Agung Gede Krisna, menjelaskan, jika para santri di Pesantren Lapas, sebelum masuk tentu harus menjalani sejumlah tahapan. Setelah terdapat putusan dan masuk kedalam Lapas, mereka akan diseleksi.

Seleksi tersebut mulai dari sikap, mental, wawasan kebangsaan, dan tentang pancasila. Setelah mereka lulus, baru kemudian bisa mengikuti tahap pembinaan lebih lanjut.

"Setelah lulus dari pesantren, tentu harapannya bisa memiliki mental yang bagus, bisa menjadi mentor-mentor bagi teman napi, mengajarkan napi lain. Semua warga binaan wajib mengikuti pesantren," jelasnya.

Selain itu, keberadaan Ponpes juga menjadi solusi saat lapas telah over kapasitas sehingga dapat meminimalisir gesekan yang berpotensi bisa terjadi di dalam lapas. Dengan begitu, suasana Lapas akan berjalan kondusif dan terhindar adanya kasus kerusuhan ataupun kasus napi kabur.

Kegiatan pesantren sendiri, biasanya dimulai sejak dini hari, mulai pukul 01.30 WIB setiap harinya. Para santri narapidana memulai harinya dengan salat tahajud dan salat tasbih, wirid lalu sahur. Setelah melaksanakan salat subuh, mereka melakukan tadarus hingga pukul 07.00 WIB.

Setelah itu, kegiatan kemudian berlanjut dengan Selawat dan Salat Dhuha dan selanjutnya mendapatkan pelajaran agama, hadist, fiqih dari para pengajar internal maupun dari luar. "Kalau santri yang sudah di wisuda ada 50-an. Ya mereka cukup bagus. Mereka menjadi mentor bagi teman-teman yang lain," ungkapnya.

Setiap harinya, para santri berkumpul di pesantren Lapas dan bersama-sama menyejukkan Lapas  dengan membaca ayat-ayat suci Alquran. Selain itu, kegiatan keagamaan lain, juga seringkali digelar di Masjid At-Taubah di Lapas Klas 1 Malang. Sementara untuk yang non muslim, juga turut melaksanakan keagamaan sesuai dengan keyakinannya masing-masing.