Suasana Pelatihan Keterampilan Bagi Pemuda di Ijen Suite Hotel, Selasa (29/9). (Foto: Humas Pemkot Malang).
Suasana Pelatihan Keterampilan Bagi Pemuda di Ijen Suite Hotel, Selasa (29/9). (Foto: Humas Pemkot Malang).

Metode pertanian perkotaan atau lebih dikenal dengan konsep urban farming nampaknya menjadi satu cara yang ampuh guna menciptakan kelestarian lingkungan di Kota Malang.

Karenanya, konsep ini terus digalakkan hingga menyasar ke kalangan pemuda. Bagaimana tidak, peran pemuda untuk terlibat dalam setiap program Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dinilai bisa memberikan andil yang cukup signifikan ke depannya.

Baca Juga : Pusat Data Terpadu Pemkot Malang Ditarget Rampung Dua Tahun

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, guna memaksimalkan penerapan urban farming bagi para pemuda dalam pelestarian lingkungan, maka Pemkot Malang tengah bersiap untuk setidaknya menyebarkan sebanyak 20 titik di masing-masing kecamatan. 

Langkah ini juga bentuk tindak lanjut dari program Malherb (Malang Herbal). Yakni, pengembangan produk herbal sebagai alternatif suplemen kesehatan masyarakat.

Program ini dihadirkan sejak kemunculan pandemi covid-19, yang diharapkan mampu memberi ruang bagi masyarakat untuk banyak mengonsumsi toga (tanaman obat keluarga) sebagai salah satu cara meningkatkan imunitas.

"Ini juga bagian dari program MalangHerb yang telah kita gaungkan beberapa waktu lalu. Sehingga kegiatan ini patut kita dukung penuh dan difasilitasi Disporapar (Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata)," ujarnya saat mengisi acara pelatihan keterampilan bagi pemuda dengan tema 'Pentingnya peran pemuda melalui urban farming sebagai wujud kepeloporan pemuda dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi masyarakat serta menciptakan gotong royong' di Ijen Suite Hotel, Selasa (29/9/2020).

Dengan keterlibatan para pemuda untuk ikut serta menggalakkan urban farming, menurutnya menjadi wujud kepeloporan dalam rangka menyukseskan pembangunan di Kota Malang. 

Baca Juga : Belajar Online Saat Pandem, Wali Kota Kediri Apresiasi Wifi Gratis di Kelurahan Pakelan

"Melalui kegiatan ini pula saya berharap agar rasa kecintaan para pemuda pada tanah air ini akan semakin meningkat," terangnya.

Sementara itu, Kepala Disporapar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan melalui pelatihan tersebut menjadikan pembuka peluang bagi pemuda di Kota Malang untuk berkreasi dan memanfaatkan lahan kosong di sekitar tempat tinggalnya sebagai penerapan program pertanian perkotaan yang gencar digalakkan oleh Pemkot Malang. 

"Bukan saja untuk meningkatkan ketahanan pangan namun juga dalam rangka menciptakan lingkungan tempat tinggal yang asri, indah serta nyaman," ungkapnya.