7 Tersangka Ditetapkan dalam Kasus Pengeroyokan Maut Desa Nyawangan Tulungagung | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

7 Tersangka Ditetapkan dalam Kasus Pengeroyokan Maut Desa Nyawangan Tulungagung

Sep 29, 2020 16:56
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Ardhian Yudo Setyantono (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Ardhian Yudo Setyantono (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Setelah melalui pemeriksaan marathon dan gelar perkara, Satreskrim Polres Tulungagung akhirnya menetapkan 7 tersangka dalam kasus pengeroyokan berujung kematian.

Korban pengeroyokan adalah SY, warga Desa Nyawangan Kecamatan Sendang, yang dikeroyok oleh warga desanya pada Rabu (23/9/20) lalu.

Baca Juga : Baksos Polres Tulungagung ke Pasien Covid-19, Berikan Sembako dan Obat

Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Ardyan Yudo Setyantono kepada awak media menuturkan, penetapan tersangka setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 18 saksi, 15 dari warga dan 3 keluarga korban.

“Total saksi yang kita periksa 18 saksi, dan kita tetapkan 7 tersangka,” ujar Yudo, sapaan akrab Kasat Reskrim, Selasa (29/9/20).

7 tersangka itu awalnya berstatus saksi. Dalam pemeriksaan maraton dan gelar perkara yang dilakukan penyidik Satreskrim Polres Tulungagung, status mereka naik menjadi tersangka.  

Sebelumnya pihaknya sudah menetapkan 6 tersangka pada Jum'at (25/9/20) lalu.

Mereka adalah BG (24), warga Kecamatan Clincing , Jakarta Utara;  RN (32), YS (20), SL (46), JK (21), dan PJ (45). Ke 5 nama terakhir merupakan warga Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang.

Lalu 1 tersangka KT (77) warga Nyawangan ditetapkan pada Senin (28/9/20) kemarin. Disinggung peran masing-masing tersangka dalam pengeroyokan itu, Yudo menjelaskan ada yang memukul, menendang dan menyeret korban.

Dari pemeriksaan alasan mereka menganiaya korban hingga meninggal, Yudo menjelaskan perbuatan itu dilakukan lantaran mereka emosi terhadap korban SY.  

Tersangka berasumsi korban, yang dikenal sebagai preman kampung,  merupakan dalang pencurian kendaraan bermotor yang dilakukan anak korban.

“Itu dilakukan secara serentak (spontan), tidak ada persiapan terlebih dahulu,” kata Yudo. Pengeroyokan terhadap SY dilakukan di 3 TKP yang masih satu jalan.

Mulai dari rumah Yani, korban sudah dipukul oleh massa yang tak terkendali. Selanjutnya korban diikat dengan tali tampar dan diseret ke TKP ke-dua di dekat poskamling dan dipukuli lagi.

Baca Juga : "Ngamen" Jaranan, Satpol PP Tegur Pengelola Njegong Park

Setelah itu korban diseret lagi ke area perkebunan tebu, tak jauh dari TKP ke- dua. Di TKP ke-3, amarah warga berhasil diredam oleh kepala desa setempat, namun nyawa SY sudah tak bisa diselamatkan, dengan mengalami luka serius di bagian kepala.

“Ada 3 tempat, 1 TKP satu jalan hanya bergeser saja,” terangnya. Dari 7 tersangka, YS mempunyai peran paling besar. Pemuda ini melakukan pemukulan, menendang hingga menyeret korban.

“Perbuatan mereka dianggap memenuhi unsur sebagaimana Pasal 170 Ayat (1) dan (2) ke 3e KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” pungkas Yudo.

Dari kejadian ini Satreskrim menyita sejumlah barang bukti, pakaian korban dan tali untuk mengikat korban.

Untuk sementara, keluarga SY diungsikan ke rumah saudaranya. Pengeroyokan SY didasari keresahan warga terhadap korban.

Korban sendiri oleh masyarakat memang dikenal sebagai pribadi yang kurang baik dan membuat resah warga.

Warga juga mencurigai SY sebagai dalang matinya beberapa ternak sapi warga beberapa waktu lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
kasus pengeroyokan

Berita Lainnya