Seminar bertajuk “Kontak Bisnis Perikanan Seminar Ikan Hias Cupang Dalam Kediri Betta Kontes ke-7, Tahun 2020" .(Foto: Ist)
Seminar bertajuk “Kontak Bisnis Perikanan Seminar Ikan Hias Cupang Dalam Kediri Betta Kontes ke-7, Tahun 2020" .(Foto: Ist)

Dinas Perikanan Kabupaten Kediri mendorong peternak ikan jenis cupang untuk meningkatkan produksi dan kualitas jenis ikan. 

Upaya tersebut dilakukan dengan cara memberikan wawasan dalam sebuah seminar yang bertajuk “Kontak Bisnis Perikanan Seminar Ikan Hias Cupang Dalam Kediri Betta Kontes ke-7, Tahun 2020” yang membahas perihal pemeliharaan standart kontes ikan hias, kepada para pembudidaya ikan cupang di wilayah Kabupaten Kediri.

Baca Juga : Tren Kaktus Koboi dan Gymno yang Tak Pernah Sepi Peminat

Nur Hafidz, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri mengatakan, produktivitas dan kualitas jenis ikan betta merupakan hal yang sangat penting, karena dapat meningkatkan nilai ekonomis untuk ikan cupang.

"Kami bergerak di bidang perikanan, terutama pada ikan hias ini. Maka kami ingin mengangkat ikan cupang ini supaya nilai ekonomisnya meningkat," katanya.

Nur Hafidz juga mengungkapkan, ikan cupang adalah salah satu ikan hias yang mengalami perkembangan pesat saat ini. Maka pembudidaya harus mengetahui permintaan model-model ikan yang disukai oleh masyarakat.

"Untuk itu pada kali ini kita melaksanakan seminar bagaimana memelihara ikan yang baik sesuai dengan standard kontes," ungkapnya.

Di Kabupaten Kediri sentral produksi ikan cupang terbanyak berada di Desa Ngadiluwih, Paron, Gurah, dan Kandat.

Baca Juga : Selain Olahan Keripik Tempe, Batu Hias akan Jadi Souvenir Kampung Sanan

“Total produksi kita untuk ikan cupang sekitar 102 juta ekor per tahun. Ini menjadi produksi terbesar selain ikan hias jenis lain seperti ikan Komet dan Koi,” katanya.

Sementara itu, Yusuf Saputra, Ketua Kediri Betta Club mengatakan, pembudidaya harus mengetahui segala aspek penilaian dalam kontes kelas ikan cupang.

"Jadi di kelas ikan cupang ada dua genre penjurian yaitu kontes Standard Nasional Indonesia (SNI) dan Internasional Berta Congres (IBC), nah kita menggunakan acuan IBC. Itu dikarenakan ikan dinilai dari keaslian genetik, originalitas warna, ukuran, dan bentuk," tutupnya.