Saat jenazah TKW Sutrisni hendak dimakamkan / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Saat jenazah TKW Sutrisni hendak dimakamkan / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

Setelah menunggu beberapa hari, jenazah Tenaga Kerja Wanita atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Tulungagung yang meninggal dunia di Hong Kkong, tiba di rumah duka. Sutrisni (50) warga Alamat RT 03 RW 07 Dusun Centong desa Ngentrong Kecamatan Campurdarat tiba di rumahnya disambut isak tangis keluarga, Kamis (24/09/2020) sekitar jam 11.00 WIB. "Dia punya anak dua dan menjadi tulang punggung keluarga," kata Hari Setyono, tokoh masyarakat Ngentrong. 

Kepulangan jenazah Sutrisni sendiri menurut Heri dibiayai negara dan atas bantuan para pekerja migran Indonesia asal Tulungagung di Hong Kong, tempatnya bekerja. "Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya jenazah sampai di rumah," ujarnya.

Baca Juga : Jenazah Korban Amuk Warga Dimakamkan dengan Pengawalan Polisi

Senada dengan Heri, kepala desa Ngentrong Samuji saat dikonfirmasi membenarkan jenazah warganya telah tiba di kampung halaman. "Kami prihatin, dia adalah janda yang bekerja untuk keluarganya. Di sana sakit tiba-tiba dan meninggal dunia," ungkap Samuji.

Dari keterangan resmi yang diperoleh Samuji, kematian Sutrisni akibat pendarahan di otak. Sutrisni sendiri menurut Samuji, telah bekerja di Hong Kong sekitar 7 tahun lamanya dan meninggal dunia pada Senin, (14/09/2020) lalu. "Atas kesepakatan dengan keluarga, jenazah tiba di rumah duka langsung dimakamkan di pemakaman umum," paparnya.

Pada saat pemakaman jenazah Sutrisni tidak ada penolakan dari warga karena memang dirinya merupakan warga asli Desa Ngentrong. Karena meninggalnya bukan karena virus covid 19, cukup banyak pelayat yang ikut memakamkannya.