Usulan Pajak Mobil Baru (Foto: Bramastyo Dhieka Anugerah / Jatim Times)
Usulan Pajak Mobil Baru (Foto: Bramastyo Dhieka Anugerah / Jatim Times)

Usulan Kementrian Perindustrian (Kemenperin) untuk pembebasan pajak mobil baru menuai perhatian serius dari pedagang mobil bekas, yang menganggap usulan tersebut bisa berdampak memberatkan pasar mobil bekas.

Para pedagang mobil bekas di Lumajang menilai, jika harga mobil baru beda tipis dengan mobil bekas, maka orang-orang akan membeli mobil baru, dan hal ini akan menjadikan pasar mobil bekas lesu.

Baca Juga : Toyota GR Supra Special Edition Resmi Meluncur di Indonesia, Harganya Fantastis!

 

Pengusaha mobil bekas Berkat Jaya Mobil Lumajang, Isye Inezhia Sonata memberikan ilustrasi sederhana, pasar mobil baru dan pasar mobil bekas seharusnya harus saling mendukung.

Isye mengatakan, uang muka kecil untuk pembelian kredit mobil baru, sudah cukup memberikan kesulitan kepada pedadang mobil bekas, karena untuk kredit mobil bekas biasanya menggunakan uang muka minimal 30 persen.

"Apabila masyarakat lebih tertarik pada mobil baru, sementara setiap tahun mobil baru tetap mengejar target penjualan dengan banyak kemuduahan, lalu akan dikemanakan mobil bekas itu," kata Isye.

Belum lagi, masih kata Isye, pedagang mobil bekas masih harus mengeluarkan biaya operasional untuk mobil yang ada di showroom, gaji karyawan dan pajak perpanjangan mobil yang ada di showroom.

"Pedagang mobi bekas sekarang lagi agak lesu mas. Sudah 2 bulan ini mobil tidak ada yang keluar, sedangkan biaya operasional bulanan selalu ada. Kalau pajak mobil baru nol persen diberlakukan, bisa jadi ada peningkatan untuk penjualan mobil baru, efek jangka panjangnnya yang justru menimbulkan masalah baru buat pengusaha mobil bekas,” papar Isye.

Baca Juga : Nissan Luncurkan Z Proto, Wujudnya Gabungan Gaya Retro dan Modern

 

Isye juga menjelaskan, sudah waktunya dibuatkan pabrik penampungan mobil tua yang tidak layak beredar dibeli dengan harga pantas atau miring, lalu dapat diproses lagi untuk produksi mobil baru, sehingga ada kesinambungan. Ini justru akan memberikan peluang kerja yang bagus.

"Kalau mau mending mobil-mobil tua yang beredar mulai dikandangkan, jadi nanti bisa digunakan untuk produksi mobil baru. sehingga perputaran industri mobil terus berjalan dan berkesinambungan. Intinya kami ingin kebijakan apapun yang dikeluarkan, bisa memberikan perkembangan yang baik bagi semua pihak, agar pertumbuhan ekonomi bisa makin membaik,” imbuhnya kemudian.