Masker kain (Foto: Bukalapak)
Masker kain (Foto: Bukalapak)

Di tengah pandemi Covid-19, masker menjadi kebutuhan utama untuk masyarakat. Penggunaan masker sudah menjadi salah satu protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.  

Namun, diketahui saat ini maraknya masker justru membuat jenis masker semakin banyak.  Seperti masker scuba, buff hingga kain. Maraknya berbagai jenis masker ini, membuat pemerintah mengeluarkan imbauan. Agar masyarakat tidak menggunakan masker scuba dan buff.  

Baca Juga : Ini Rekomendasi Masker yang Diizinkan Pemerintah

Karena kedua masker tersebut dinilai kurang efektif untuk menangkal virus Covid-19.  

Terkait hal itu, Badan Standarisasi Nasional (BSN) telah menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk masker yang terbuat dari kain.  

Deputi Bidang Pengembangan Standar BSN Nasrudin Irawan mengatakan, jika saat ini masker kain yang beredar di pasaran ada yang terdiri dari satu lapis, dua lapis dan tiga kapis. Contoh saja yang hanya satu lapis seperti scuba dan buff.  

Namun dalam SNI, masker kain yang berlaku terdiri minimal dua lapis kain.  

BSN pun menetapkan SNI 8914:2020 Masker dari kain, diantaranya masker harus memiliki syarat minimal dua lapis kain.

Dilansir melalui laman SBN.go.id ketetapan itu berbunyi "SNI 8914:2020 menetapkan persyaratan mutu masker yang terbuat dari kain tenun dan/atau kain rajut dari berbagai jenis serat, minimal terdiri dari dua lapis kain dan dapat dicuci beberapa kali (washable)".

Nasrudin lantas menambahkan, dalam ruang lingkup SNI terdapat pengecualian yakni standar tidak berlaku untuk masker kain non woven (nirtenun) dan masker untuk bayi.  

Standar itu juga tidak dimaksudkan untuk mengatasi semua masalah yang terkait dengan keselamatan, kesehatan dan kelestarian lingkungan dalam penggunaannya.  

Di sisi lain dalam pemilihan bahan untuk masker kain juga perlu diperhatikan. Hal itu lantaran filtrasi dan kemampuan bernafas bervariasi tergantung pada jenis bahan.  

Baca Juga : Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Blitar Capai 526, Angka Sembuh Tinggi

Berdasarkan penelitian, filtrasi pada masker dari kain adalah antara 0,7 persen sampai dengan 60 persen.

Semakin banyak lapisan akan semakin tinggi efisien filtrasi.  

Tak hanya itu saja, dalam ketetapan SNI 8914:2020, masker kain dibagi dalam tiga tipe. Yakni, tipe A masker kain untuk penggunaan umum, tipe B untuk penggunaan filtrasi bakteri, dan tipe C untuk filtrasi partikel.

Ditambahkan oleh Nasrudin, masker kain harus dikemas per satuan dengan cara dilipat atau dibungkus dengan plastik.  

Lalu dalam kemasan tersebut tertera sekurang-kurangnya mencantumkan merek, negara pembuat, jenis serat setiap lapisan, anti bakteri, tahan air, pencantuman label "cuci sebelum pakai", cara pencucian dan tiper masker.