Presiden Joko Widodo (Foto: Pikiran Rakyat)
Presiden Joko Widodo (Foto: Pikiran Rakyat)

Sebuah kebanggaan bagi Indonesia Presiden Joko Widodo dikabarkan akan berpidato dalam Sidang majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).  Sidang umum tersebut akan digelar besok Rabu (23/9/2020).

Ini merupakan pengalaman pertama kalinya untuk Presiden Jokowi berpidato di sidang umum PBB sejak mejabat pada 2014. Pasalnya, lima tahun terkahir ini Jokowi selalu mendelegasikan tugas tersebut kepada Wapres Jusuf Kalla kala itu.

Baca Juga : FKUB Kota Kediri Desak Kursi Wakil Walikota Kediri Segera Diisi

Sayangnya, karena adanya pandemi Covid-19 yang saat ini tengah melanda hampir seluruh dunia, sidang PBB digelar secara virtual. Pidato dari Jokowi itu akan diputar dari hasil rekaman yang sudah dibuat terlebih dahulu.  

Hal itu disampaikan oleh Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartanto. "Memberikan pidatonya dari tapping karena Covid-19," ujarnya.

Dikatakan Heru, Jokowi mendapat urutan ke 19 untuk berpidato. Perlu diketahui, pidato Jokowi ini akan diputar di hari pertama sidang umum PBB pada 22 September 2020 pukul 20.30 waktu New York atau pada 23 September 2020 pukul 07.30 WIB.  

Pesan tersebut akan ditayangkan di webTV.un serta di General Assembly Hall.

Terkait rencana pidato tersebut, lantas Jokowi mendapat saran dari pengamat politik Jerry Massie.  Jerry memprediksi jika salah satu isu yang akan dibahas Jokowi dalam pidatonya ialah mengenai kemajuan Indonesia dalam penanganan Covid-19.  

Ia lantas memberikan saran kepada Jokowi, agar mengatakan hal yang sejujurnya mengenai kondisi Indonesia saat ini. "Bagi saya terbukalah jangan menambah dan mengurangi. Orang barat lebih suka pidato yang Honest atau jujur. Kan semua sudah tahu penyebaran cukup tinggi bahkan Policy Maker kita lemah atau berubah-ubah tak konsisten," kata Jerry melalui keterangannya.

Lebih lanjut Jerry menuturkan yang paling penting di pidato itu ialah Jokowi mampu meyakinkan baik pada pemerintah negara luar serta investor jika Indonesia akan segera pulih dari pandemi Covid-19.  

Ia juga menekankan jika di dalam pidato nanti langkah rasional yang dilakukan pemerintah Indonesia harus disampaikan agar dunia internasional mengetahui bahwa Indonesia telah getol dalam menangani virus asal Wuhan, China itu.  

Baca Juga : Masker Diturunkan ke Dagu atau Leher, Kabid Penegakan Perda Tulungagung: Itu Melanggar Prokes

"Kata-kata konstruktif tanpa menyalahkan. Nah isu Papua juga harus dibeberkan substansi dan eksistensinya seperti apa, jangan buka front dan menyampaikan kelemahan kita di dunia luar. Sampaikan saja secara terbuka apa yang sedang terjadi. Memang Papua menjadi sorotan utama, selain pandemi corona. Apalagi saat ini terjadi insiden penembakan di wilayah ini," pungkasnya.  

Ia juga menilai pembuat pidato Jokowi harus betul-betul hati-hati agar tidak menimbulkan blunder dan harus menampilkan konten yang penuh pertimbangan.

Sebelumnya, kabar Jokowi berpidato di sidang umum PBB telah diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.  "Insya Allah, Presdien berpartisipasi pada sesi ini. Akan menyampaikan statement secara virtual, cetusnya.  

Sidang PBB ke -75 ini, kata Retno akan digunakan Indonesia untuk menyampaikan beberapa pesan penting yang tengah terjadi di dunia. Dalam sidang ini, tak hanya Jokowi saja yang ikut berpartisipasi.  

Namun, juga jajaran Kabinet Indonesia Maju seperti Menlu Retno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Pemberdayaan Perempuan serta Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang juga turut memberikan pidato di sidang umum PBB tersebut.  

Sementara untuk tema yang diangkat kali ini ialah "The Future We Want, the UN We Need: Reaffirming our Collective Commitment to Multilateralism - Confronting COVID-19 through effective Multilateral Action".