Warga tahlilan di makam Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Warga tahlilan di makam Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JOMBANGTIMES - Kuburan ibu muda di Jombang dibongkar orang tak dikenal. Pelaku mengambil kain kafan jenazah. Kini, kasus tersebut dalam penyelidikan polisi.

Perusakan makam itu terjadi di makam Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang. Makam yang dibongkar merupakan tempat peristirahatan terakhir Anis Purwaningsih (26), warga setempat yang meninggal pada Sabtu (19/9).

Baca Juga : Awas, Perampok Menyamar sebagai Polisi Beraksi di Kota Malang

Anis meninggal selang sehari setelah bayinya meninggal usai dilahirkan pada Jumat (18/9). Keduanya dimakamkan bersandingan. "Tadi (makam dibongkar) diketahui pukul 5 menjelang magrib. Yang mengetahui warga saat ziarah," terang modin Desa Kesamben, Minggu (20/9) malam.

Perusakan makam itu diketahui warga yang sedang berziarah ke makam sekitar pukul 17.00 WIB menjelang Magrib, Minggu (20/9). Saat itu, warga tersebut melihat kuburan Anis dalam kondisi tergali.

Dari perusakan makam itu, ditemukan kain jenazah sudah hilang. Kain kafan diduga dicuro oleh orang tak dikenal.

"Kain kafannya yang hilang. Untuk jenazah masih utuh, tali kafannya juga masih utuh. Jadi, hanya dua kain kafan yang hilang, dan bajunya," tandas modin tersebut.

Kasus pencurian kain kafan jenazah dengan cara menggali makam itu kini dalam penyelidikan Polsek Ngoro. Polisi mengamankan sebuah piring besi yang ditemukan di sekitar makam. Piring itu diduga digunakan untuk menggali makam.

"Sementara ini barang bukti yang kami amankan berupa piring yang diduga untuk menggali," kata Kapolsek Ngoro AKP Yanuar Tri Sanjaya, Senin (21/9).

Baca Juga : Simpan Sabu di Bungkus Rokok, Pria Asal Singosari Jalani Rapid Test Sebelum Ditahan Polisi

Yanuar mengatakan, saat ini pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap pelaku pencurian kain kafan.

"Pelaku masih dalam penyelidikan. Kami baru memintai keterangan lisan dari beberapa pihak, termasuk perangkat desa," pungkasnya.