Patroli saat dilakukan di jalan raya Caruban-Madiun depan Ruko Buduran Caruban.
Patroli saat dilakukan di jalan raya Caruban-Madiun depan Ruko Buduran Caruban.

Banyaknya perguruan silat di Madiun rupanya membuat potensi bentrokan antar-anggota perguruan tinggi. Terjadinya perselisihan antar-perguruan di beberapa tempat akhir-akhir ini, membuat jajaran Polres Madiun menggelar patroli skala besar. 

Salah satunya yang dilakukan di wilayah hukum Polsek Wonoasri, Sabtu (19/9/2020) malam. Operasi skala besar dipimpin langsung oleh Kapolsek Wonoasri AKP Muslich bersama anggota Koramil Wonoasri dan Satuan Tugas (Satgas) Kampung Pesilat Kecamatan Wonoasri.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, DPRD Jatim: Masyarakat Harus Tetap Bergerak dan Tidak Patah Semangat

Menurut Muslich, Patroli Skala Besar ini bertujuan untuk menjaga Kamtipmas di wilayah hukum Wonoasri. 

Patroli malam ini juga melibatkan Satgas gabungan dari 8 Satgas Perguruan pencak silat yang ada di wilayah Kecamatan Wonoasri. Di antaranya ada satgas dari PSH Terate, PSH Winongo, IKS Kera Sakti, Pagar Nusa, PRT Rasa Tunggal, Persati, Porsigal dan Persinas Asad. 

“Kegiatan patroli ini adalah upaya pencegahan konflik horisontal antar-perguruan pencak silat di wilayah Madiun," jelas Muslich. 

Patroli juga menyasar di kantong-kantong perguruan silat yang ada di wilayah Kecamatan Wonoasri. Petugas juga melakukan imbauan kamtibmas kepada warga agar tidak terpengaruh ajakan provokatif terkait konflik antar-perguruan.

Baca Juga : Paska Kerusuhan, Kapolres dan Ketua Umum PSHW Madiun Meminta Tidak Ada Pengerahan Massa

“Diharapkan dengan adanya Patroli Skala Besar ini dapat menjaga situasi di wilayah Kabupaten Madiun khususnya Kecamatan Wonoasri tetap aman kondusif dan dapat memupuk rasa persaudaraan serta kerukunan antar perguruan silat,” pungkasnya.