Bagoes bersama tokoh PSHT H Hari Wuryanto. (Foto: Istimewa)
Bagoes bersama tokoh PSHT H Hari Wuryanto. (Foto: Istimewa)

Kondisi ekonomi yang relatif sulit di tengah pandemi Covid-19 rentan menimbulkan gejolak sosial. Untuk itu, anggota-anggota perguruan silat yang ada di Kota Madiun diajak untuk tidak mudah terprovokasi isu-isu liar di media sosial. 

Hal tersebut disampaikan Kapolres Madiun AKBP Bagoes Wibisono saat menggelar silaturahmi dengan para tokoh perguruan pencak silat yang ada di kota gadis ini. 

Baca Juga : Pandemi Covid-19, DPRD Jatim: Masyarakat Harus Tetap Bergerak dan Tidak Patah Semangat

 

Meski baru menjabat belum genap satu bulan, Bagoes berupaya menjalin komunikasi strategis dengan seluruh elemen masyarakat. Termasuk dengan perguruan-perguruan silat besar yang ada di Madiun.

Setelah sebelumnya Bagoes silaturahmi di padepokan Persaudaraan Setia Hati Winongo Madiun (PSHW), kegiatan dilanjutkan dengan bertemu para tokoh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kabupaten Madiun. 

Bertempat di Joglo Polres Madiun, Sabtu(19/9/2020) malam, silahturahmi itu dihadiri Wakil Bupati Madiun H Hari Wuryanto yang juga merupakan salah satu tokoh PSHT. 

Dalam kesempatan itu, Bagoes menyampaikan bahwa dirinya ingin mengenal dengan warga masyarakat sekaligus meminta dukungan dalam menjabat sebagai Kapolres Madiun ke depan. 

“Saya meminta masukan warga di sini dan saya mohon diterima di Madiun ini sebagai Kapolres Madiun yang baru  Saya kulo nuwun lah (saya permisi lah)," ungkap Bagoes yang mengaku tidak begitu lancar bahasa Jawa. 

Bagoes pun berharap antar-perguruan pencak silat yang ada di Madiun bisa menjalin hubungan yang harmonis dan sama-sama menjaga Kamtibmas di Kampung Pesilat ini.

Baca Juga : Paska Kerusuhan, Kapolres dan Ketua Umum PSHW Madiun Meminta Tidak Ada Pengerahan Massa

 

“Dengan banyaknya perguruan besar yang ada di Madiun, kami berharap satu dengan yang lain bisa menjaga silaturahmi yang baik antar-perguruan, apalagi di tengah pandemi Covid-19,” harapnya. 

Orang nomor satu di Polres Madiun itu juga meminta agar Warga PSHT tidak terprovokasi terhadap isu-isu negatif yang berkembang di masyarakat Kabupate Madiun.

“Saya juga berharap, saudara-saudara saya yang ada di sini membantu menyampaikan kepada masyarakat, untuk lebih bijak menyaring semua isu yang berkembang dan tidak mudah terprovokasi,” pungkasnya.