Kepala Desa Karanganom Sukar ditengah mediasi warga dan pemilik konten / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Kepala Desa Karanganom Sukar ditengah mediasi warga dan pemilik konten / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

Sejak sore hari, beberapa warga Karanganom Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung berkumpul. Warga resah mengetahui jika di Sungai Song akan dijadikan tempat syuting konten misteri, Jumat (18/09/2020) malam.

Lokasi yang rencananya akan dijadikan setting video tepatnya di tempat kejadian perkara (TKP) tenggelamnya dua bocah, beberapa waktu yang lalu. 

Baca Juga : Tetap Buka di Masa Pandemi, Kafe Backroom by Triangle Dikeluhkan Warga

Warga yang resah lantas mendatangi rumah Sukar, Kepala Desa Karanganom. Mereka menyampaikan penolakan terhadap rencana syuting konten misteri di Sungai Song.

"Puluhan orang datang ke rumah saya, mereka menyampaikan sikap menolak rencana syuting netralisasi makhluk halus di tempat tenggelamnya dua bocah yang juga warga desa sebelah (Banaran) di Sungai Song," kata Sukar, Sabtu (19/09/2020) pagi.

Alasan mereka, warga menghormati suasana duka bagi orang tua dan keluarga yang telah kehilangan anaknya. Kemudian, beberapa warga lain menganggap syuting semacam itu merupakan penyimpangan iman atau syirik.

Alasan lain yang menguat adanya ketakutan warga jika Sungai Song diusik, penunggu (makhluk astral) akan marah dan mengganggu warga sekitar.

"Berbagai alasan kita tampung, kemudian kita sepakat mengundang para pihak termasuk pemilik chanel YouTube untuk datang dan duduk bersama," ujar Sukar.

Tak cukup dengan dirinya, Sukar mengatakan juga menghadirkan Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas untuk membantu menyelesaikan masalah yang dianggap cukup rawan itu.

"Akhirnya dari pihak pemilik chanel misteri datang beberapa orang, setelah diskusi panjang lebar mereka memahami dan mau membatalkan rencananya," kata Sukar.

Dalam foto dan video yang di kirimkan Sukar, dari pihak pemilik chanel YouTube tampak legowo dan dapat menerima keputusan pihak masyarakat Karanganom.

Baca Juga : Jejak Kompleks Pemukiman Bangsawan Kuno Ditemukan di Perbatasan Jombang-Kediri

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Kalangbret AKP Puji Hartanto menjelaskan bahwa situasi di Desa Karanganom kondusif.

"Mediasi terkait penolakan warga terhadap pembuatan Konten vlog pemburu hantu dapat berjalan baik," kata Hartanto.

Setelah dilakukan pembicaraan masing-masing pihak, menurut Hartanto, pemilik konten menerima keberatan warga Dusun Serabah Desa Karanganom, khususnya warga sekitar aliran Sungai Song.

"Alasan warga menolak dilakukan netralisasi supranatural dari pemilik konten itu karena warga takut dan khawatir penunggu air terjun di Kali Song tidak berkenan sehingga mengganggu warga sekitar," ungkapnya.

Belum terkonfirmasi siapa pemilik akun YouTube dan apa motivasi rencana pengambilan konten misteri di Sungai Song tersebut.