Para pedagang Pasar Turi ketika menggelar demo
Para pedagang Pasar Turi ketika menggelar demo

Paguyuban Pedagang Pasar Turi Tahap 3, menyampaikan adanya indikasi bahwa PT KAI (Persero) mengabaikan aspirasi serta hanya janji kepada para pedagang Pasar Turi Tahap 3, dengan menggelar demo.

Ketika nasib para pedagang korban kebakaran tidak mendapat kejelasan, PT KAI (Persero) meminta para pedagang mencari investor yang dapat mengayomi dan mengakomodir keinginan para pedagang. PT KAI (Persero) DAOP VIII maupun PT KAI (Persero) Pusat sepakat menggunakan investor pilihan para pedagang dan Paguyuban Pedagang Pasar Turi Tahap 3.

“Belasan tahun nasib kami terkatung-katung. Banyak korban nyawa dari kebakaran dulu. Dan kami berusaha bangkitkan kembali Pasar Turi. Sudah 8 tahun kami MoU dengan PT Danadipa sebagai investor yg memberi kami harga subsidi sekitar 500 Milyar. Tapi kami merasa KAI mempersulit para pedagang. Pasar Turi nyawa kami," terang Ketua 1 Paguyuban Pedagang Pasar Turi, Rifa'i.

MoU Paguyuban Pedagang dengan investor sudah dibuat sejak tahun 2012 dan 2019, sesuai arahan DAOP VIII dan Direktur Aset PT KAI Pusat. Para pedagang didampingi Dewan Komisi C DPRD Kota Surabaya telah berjuang bersama mengikuti proses kemitraan sebagaimana prosedur dari PT KAI (Persero). 

Namun, berdasarkan informasi dari DAOP VIII PT KAI (Persero) bahwa di lahan ex Pasar Turi Tahap 3 akan dibangun oleh investor lain. Sedangkan tidak pernah sama sekali ada investor lain yang melakukan pendekatan dan menghimpun kebutuhan para pedagang. 
Sehingga pedagang sangat marah, resah, dan kecewa atas kondisi tersebut.

“Kami menagih janji PT KAI dan kami menolak apapun tawaran investor baru. Kami sudah banyak melakukan upaya bersama investor pilihan kami,” kata Jusuf Tanuwijaya, Ketua 3 Paguyuban Pedagang Pasar Turi Tahap 3.

“Para pedagang saat ini marah, dan akan melakukan penolakan dengan cara apapun, karena Pasar Turi Nyawa Kami," imbuh Haryanto, Ketua 2 Paguyuban Pedagang Pasar Turi Tahap 3

Paguyuban Pedagang Pasar Turi Tahap 3 berharap permasalahan ini segera ditindak lanjuti sesuai aspirasi para pedagang korban kebakaran.