Manager ULP PLN Ngawi. M.Khusaini Effendi
Manager ULP PLN Ngawi. M.Khusaini Effendi

Maraknya korban tewas akibat jebakan tikus beraliran listrik di Kabupaten Ngawi membuat Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Ngawi gerah. Terlebih lagi jebakan tikus beraliran listrik yang banyak dipasang petani, dari tahun ke tahun malah menjadi alat pembunuh mematikan bagi manusia.

Karena itu ULP PLN Ngawi bersama pihak Kepolisian Polres Ngawi akan kembali gencar melakukan sosialisasi bahaya penggunaan jebakan tikus beraliran listrik.

Baca Juga : Misteri Pria di Jombang Hilang Diduga Dibawa Makhluk Gaib hingga Ketemu di Sungai Brantas

"Kami sangat sayangkan masih banyak petani pasang jebakan tikus beraliran listrik di sawah. Padahal sangat berbahaya, nyawa taruhannya," ungkap M. Khusaini Effendi, Manager ULP PLN Ngawi.

Effendi menambah, pihaknya kini terus berupaya melakukan patroli atau kontrol jaringan listrik di sawah, agar tidak digunakan sebagai jebakan tikus. Selain melakukan sosialisasi secara intensif kepada kelompok tani.

Seperti diketahui pada 14 September 2020 lalu, nasib nahas dialami Paniran, 40 tahun, warga Dusun Nguloh Rt. 02/16 Desa Babadan Kecamatan Pangkur Kabupaten Ngawi. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai petani ini harus tewas mengenaskan tersengat aliran listrik jebakan tikus di sawah miliknya.

PLN berharap masyarakat memanfaatkan aliran listrik dengan benar dan bijak agar tidak kembali jatuh korban jiwa. "Mari gunakan listrik dengan benar dan bijak," pinta Effendi.