Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin (Kabid PFM) Dinsos Sumenep Moh. Zaini saat ditemui media di ruang kerjanya. (Foto: Syaiful Ramadhani/JatimTIMES)
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin (Kabid PFM) Dinsos Sumenep Moh. Zaini saat ditemui media di ruang kerjanya. (Foto: Syaiful Ramadhani/JatimTIMES)

Program bantuan sosial (bansos) rumah tidak layak huni (RTLH) tahun 2020 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diperkirakan telah terealisasi 70 persen.

Sedangkan RTLH itu sendiri oleh Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep dianggarkan sebesar Rp 3,6 miliar. Peruntukannya bagi 243 calon penerima se-Kabupaten Sumenep.

Baca Juga : Asyik Bantuan Sosial Tunai Tahap 4 dan 5 Cair

"Untuk RTLH semuanya sudah selesai terealisasi sekitar 70 persen. Baik kepulauan maupun daratan," kata Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin (Kabid PFM) Dinsos Sumenep Moh. Zaini, Rabu (9/9/2020).

Menurut Zaini, jumlah nominal bansos RTLH tersebut bertambah dari tahun-tahun sebelumnya. Tercatat tahun 2019 sebanyak 112 penerima. Sedangkan tahun ini sebanyak 243 penerima.

"Anggaran per keluarga penerima manfaat (KPM) untuk program RTLH mencapai 15 juta. Mekanisme pencairannya kami daftarkan di Bank BPRS melalui rekening, kemudian nanti ditransfer oleh Bank BPRS ke masing-masing KPM," jelasnya.

Baca Juga : Marak Tambak Udang Ilegal, Mahasiswa Demo Bupati Sumenep

Sementara tahapan pencairan dibagi menjadi dua tahapan. Pencairan pertama sebanyak 70 persen dan kedua sebanyak 30 persen. "Pembagiannya itu dua tahap. Awal 70 persen dan setelahnya 30 persen," pungkasnya.