Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tulungagung, Tri Agung Radityo (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tulungagung, Tri Agung Radityo (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Sejumlah Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, resah. Pasalnya, mereka mendapat intimidasi dan pemerasan dari sebuah LSM (lembaga swadaya masyarakat). Dalam aksinya, LSM ini mencatut Kejaksaan Negeri (Kejari) dalam memuluskan aksinya.

Mengetahui institusinya dicatut dalam melakukan pemerasan, Kepala Kejari Tulungagung melalui Kasi Intel  Agung Tri Radityo, menyanggah jika terlibat dalam pemerasan itu. Bahkan pihaknya mengaku tak kenal sama sekali dengan LSM yang yang dimaksud.

Baca Juga : Seorang Istri Serahkan Suami ke Pelakor: Saya Ikhlas ketimbang Sakit Hati

“Kita malah enggak kenal, jadi kita merasa dirugikan,” ujarnya, Selasa (8/9/2020).

Karena merasa dirugikan, pihaknya akan membawa kasus ini ke jalur hukum. Pihaknya saat ini juga tengah melakukan penyelidikan adanya aduan pemerasan yang mencatut nama institusinya. “Jelas kita akan bawa ke jalur hukum,” tegasnya.

Seperti ditulis media ini, beberapa hari terakhir sejumlah Kades didatangi oleh LSM. Mereka mengancam akan memperkarakan penggunaan Dana Desa yang dianggap tak sesuai dengan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Dari beberapa desa, ada yang telah memberikan uang pada LSM itu antara Rp 4 juta hingga Rp 25 juta.

Dari 11 Desa di Kecamatan ada enam desa yang menjadi korban oknum tak bertanggung jawab ini. Desa Picisan mengeluarkan uang terbanyak yakni Rp 25 juta, desa Geger Rp 5 Juta dan desa Nglutung, Talang, Dono dan Kedoyo masing-masing Rp 4 juta rupiah. Sedangkan 5 desa sisanya, yakni Nyawangan, Tugu, Sendang, Krosok dan Tugu, tidak mengeluarkan uang apapun dalam masalah ini.

Para Kades tidak menyebutkan siapa oknum LSM yang dimaksud, namun memastikan tindakan yang dilakukan merupakan pemerasan yang meresahkan.  

Baca Juga : Kadiskominfo Tulungagung Bantah Terlibat Aksi Pemerasan oleh Oknum LSM

Selain Kejari Tulungagung, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung juga membantah ikut andil dalam pemerasan ini. Pasalnya, selain mencatut nama Kejari, LSM ini juga mencatut Diskominfo sebagai pemberi data.

Kadiskominfo Kabupaten Tulungagung Tranggono Dibjoharsono sendiri juga telah menerima aduan itu. Serta menyampaikan, bahwa Siskeudes hanya bisa diakses oleh desa sendiri.