Pemilik warung yang menunjukkan lokasi meletakkan HP miliknya. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Pemilik warung yang menunjukkan lokasi meletakkan HP miliknya. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Nasib apes menimpa Asrini (57), pemilik warung Ibowku yang juga warga Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Ketika melayani pembeli makanan di warungnya, bukannya mendapatkan untung, dia malah berujung kerugian yang dia derita lantaran menjadi korban pencurian.

Ya Minggu malam (31/8/2020) sekitar pukul 09.30 WIB, ia menunggu pembeli di warung kecilnya yang ada di kawasan ruko di Jalan Tawangmangu, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Baca Juga : Hasil Penyidikan, Residivis Pencurian di Singosari Pernah Beraksi di 5 TKP

Datanglah seorang pembeli yang tentu membuat hati Arsrini senang. Pembeli tersebut kemudian masuk  dan memesan satu bungkus rawon.  Saat itu korban juga tidak mencurigai jika pembeli tersebut merupakan maling.

"Pembeli itu masuk, sampai ke dapur belakang. Di situ dia pesen rawon. Setelah itu, saya bikinkan. Selesai satu, kemudian dia bilang, 'Buk rawonnya tambah satu lagi'. Setelah itu, saya hadap ke timur membungkus rawon lagi. Begitu rawon selesai, dia (pelaku yang menyatu pembeli) sudah nggak ada," bebernya.

Mengetahui pembeli tersebut tidak ada, Asrini kemudian menunggu didepan warung. Namun setelah ditunggu lama, korban kemudian ingin mengambil HP Realme yang diletakkan di meja belakang dekat dapur untuk menghubungi anaknya.

"Pas saya ambil mau WhatsApp anak saya, saya kaget la kok HP-nya sudah nggak ada. Di situ saya langsung curiga sama orang yang beli tadi. Mungkin dia yang mengambil karena cuma dia yang ke sini," bebernya.

Asrini sampai saat ini masih mengingat wajah dari pelaku. Pelaku memiliki ciri-ciri wajah dan badan sedikit gendut dengan kulit hitam. Saat beraksi pelaku mengunakan jaket jeans dan datang ke lokasi warung menggunakan motor matik warna putih.

"Sepertinya Honda Beat yang dipakai. Saya sebelumnya juga sempat tanya sama orangnya, tinggal di mana. Katanya kos dekat sini, kerja jadi kuli panggul di pasar, asalnya Madura," ungkapnya.

Baca Juga : Nyaris Dihajar Massa, Pelaku Curanmor Diringkus Polsek Singosari

Sementara itu, akibat kejadian tersebut, Asrini tidak melaporkannya ke pihak berwajib. Ia mengaku mengikhlaskan HP miliknya yang telah dicuri, kendati harus merugi Rp 1,5 juta.

"Ikhlas saja, Mas. Ya meskipun nyarinya sulit, saya ihklas. Makanya sekarang posisi kompor saya di dapur diubah sehingga pandangan jelas melihat pembeli, nggak menghadap timur lagi membelakangi pembeli," pungkas pemilik warung ini.