Anak-anak bermain layang-layang di Berbah Sleman, Rabu 26/8/2020.
Anak-anak bermain layang-layang di Berbah Sleman, Rabu 26/8/2020.

Permainan layang-layang di musim kemarau dan masa pandemi corona belakangan ini kembali trending di masyarakat Jogja. Bila sore hingga malam, tidak sedikit langit Jogja yang diwarnai aneka warna layang-layang.

Karena sedang jadi tren di masyarakat, produsen layang-layang di musim ini juga banyak yang mendapatkan keuntungan hingga jutaan rupiah. Bahkan Aditya Pradana, salah satu produsen layang-layang di Kota Jogja, mendapatkan apresiasi langsung dari Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi.

Baca Juga : PSH Winongo Desa Duyung Bagikan Sayur dan Lauk Gratis ke Warga

Heroe mengapresiasi sekaligus memberikan dukungan kepada Aditya dengan mendatangi lokasi produksinya di Gedongkiwo Kecamatan Mantrijeron. Karena mendapatkan dukungan, Aditya mengaku semakin semangat memproduksi layang-layangnya.

Apresiasi ini diberikan Heroe karena Aditya dianggap mampu memberikan inspirasi bagi warga dalam menggerakkan perekonomian masyarakat di masa pandemi. “Kami ingin mengembangkan industri seperti ini, industri rumah tangga,” ujar Heroe saat menemui Aditya.

Selain mampu menggerakkan ekonomi, lukisan dalam layang-layang produksi Aditya ternyata sangat mendidik masyarakat karena memuat unsur kearifan lokal. Kearifan lokal ini berupa lukisan motif kalungan dan jalak uren yang menggambarkan prajurit Kraton Jogja. “Setiap motif di layangan gaya mataraman ini ada filosofi dan maknanya,” ujar Aditya saat ditemui media ini.

Mengenai produksi, Aditya mengaku sudah melakukannya sejak dua bulan lalu dengan melibatkan lima belas orang ibu-ibu. Selama ini, ia sudah memproduksi 5.000 lebih layang-layang dan ada yang dikirim ke beberapa daerah di luar Jogja.

 Dengan harga per layang-layang antara tiga hingga delapan ribu rupiah, Aditya bisa mengantongi pendapatan jutaan rupiah hingga saat ini. Karena dibantu oleh banyak orang, pengerjaannya ada yang dibawa ke rumah masing-masing. “Kalau yang hanya ngelem itu, saya bolehkan untuk dibawa ke rumah masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga : Sidak Pasar, Satpol PP Trenggalek Tegur Masyarakat dengan Sanksi Sosial

Tidak jauh berbeda, Irawan salah satu produsen layang-layang di Gunungkidul juga mengaku selama musim ini telah mengantongi lebih dari 10 juta rupiah. Bahkan dengan trending-nya layang-layang, bapak 4 anak ini mengaku cukup bersyukur karena banyak pelanggan yang memburu hasil karyanya. 

Walau terbilang mahal, layang-layang buatan Irawan tetap digemari masyarakat mengingat lukisannya juga tidak seperti biasa. Dari pantauan media ini, terdapat aneka ragam gambar pada layang-layang yang diproduksi warga Siyono ini, mulai dari kuntil anak hingga jenis hantu-hantu lainnya.

 Selain itu, agar tidak mengecewakan, Irawan memberikan garansi terbang buat pelanggan-pelanggannya. "Kalau sudah jelas terbang baru bayar,” jelasnya meyakinkan.